spot_img
spot_img
Jumat, Oktober 9, 2026
BerandaNewsRizal Fadhillah Paparkan Tiga Tahap Meruntuhkan Oligarki: Bereskan Lingkaran Jokowi hingga Gerakan...

Rizal Fadhillah Paparkan Tiga Tahap Meruntuhkan Oligarki: Bereskan Lingkaran Jokowi hingga Gerakan Rakyat Semesta

spot_img

Rizal Fadhillah Paparkan Tiga Tahap Meruntuhkan Oligarki: Bereskan Lingkaran Jokowi hingga Gerakan Rakyat Semesta

INDOVIEWNEWS.COM — Pemerhati politik dan kebangsaan Rizal Fadhillah memaparkan tiga tahapan yang dinilainya perlu ditempuh untuk meruntuhkan dominasi oligarki di Indonesia. Ketiganya meliputi penyelesaian persoalan yang berkaitan dengan Joko Widodo (Jokowi), mengajak Prabowo Subianto dan pemerintahannya berpihak kepada rakyat, serta membangun gerakan rakyat secara luas.

Dalam pernyataannya bertajuk “Tahapan Meruntuhkan Oligarki”, Sabtu (10/10/2026), Rizal menilai kedaulatan rakyat saat ini lebih banyak menjadi slogan ketimbang kenyataan dalam praktik penyelenggaraan negara.

“Kedaulatan rakyat kini hanya slogan dan menjadi asas normatif dalam bernegara. Prakteknya negara ini telah dikuasai dan dijajah oleh segelintir orang yang bernama oligarki,” kata Rizal.

Menurut dia, oligarki tidak hanya menguasai sektor bisnis, tetapi juga memiliki pengaruh besar dalam politik dan pemerintahan. Rizal bahkan menilai pemerintahan yang berjalan saat ini cenderung dikendalikan oleh kelompok tersebut.

Bereskan Persoalan Jokowi dan Lingkarannya

Tahap pertama yang diusulkan Rizal adalah menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan Jokowi, keluarga, dan lingkaran politiknya.

Ia berpendapat, meskipun Jokowi sudah tidak menjabat sebagai presiden, pengaruh politik dan jaringan yang terbentuk selama pemerintahannya masih perlu mendapat perhatian.

BACA JUGA :  Rizal Fadillah Soroti Pemecatan Purbaya: Quo Vadis Prabowo?

“Secara formal Jokowi sudah tidak berkuasa, akan tetapi sisa-sisa kekuasaannya masih memiliki pengaruh,” ujarnya.

Rizal juga menyinggung persoalan ijazah Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menganggap persoalan tersebut sebagai titik yang perlu ditelusuri lebih lanjut dan mengaitkannya dengan dugaan persoalan lain.

“Ijazah Jokowi dan Gibran merupakan titik lemah yang jika terbongkar akan mematikan diri dan lingkarannya. Dari ijazah ke korupsi dan pelanggaran hak asasi,” kata Rizal.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Rizal dalam menilai dinamika politik nasional. Persoalan mengenai ijazah, dugaan korupsi, maupun pelanggaran hak asasi manusia harus ditempatkan sesuai bukti dan proses hukum yang berlaku.

Prabowo Diminta Berpihak kepada Rakyat

Tahap kedua, menurut Rizal, adalah mengajak Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahannya untuk melepaskan diri dari pengaruh politik Jokowi serta lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.

Rizal menilai Prabowo masih mewarisi sejumlah konsekuensi politik dari pemerintahan sebelumnya, termasuk keberadaan Gibran sebagai wakil presiden.

“Prabowo tidak bisa dipungkiri adalah pewaris Jokowi dengan segala harta peninggalannya termasuk Gibran Rakabuming Raka,” ujarnya.

Ia menilai sikap pemerintah terhadap pengaruh politik Jokowi akan menjadi salah satu faktor penting dalam upaya melawan dominasi oligarki.

BACA JUGA :  Anton Permana: Kultur 10 Tahun Jokowi Bikin Pemerintahan Prabowo Dihantui Konflik dan Kelompok Pragmatis

“Ajakan melepas Jokowi dan memihak kepada rakyat merupakan langkah strategis untuk mulai melawan dominasi oligarki,” kata Rizal.

Rizal juga mengingatkan bahwa apabila Prabowo tidak mengambil sikap yang tegas, menurut pandangannya, pemerintahannya berpotensi ikut menjadi bagian dari persoalan yang harus dihadapi dalam gerakan perubahan.

Ia menginginkan kepemimpinan yang dinilainya memiliki keberanian, integritas, dan ketegasan dalam menentukan arah politik negara.

Gerakan Rakyat Semesta

Tahap ketiga yang diajukan Rizal adalah membangun gerakan rakyat secara luas dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Ia menyebut mahasiswa, buruh, santri, ulama, purnawirawan, kelompok perempuan, petani, nelayan, dan aktivis sebagai unsur yang dapat bersinergi dalam gerakan tersebut.

“Inilah kekuatan hakiki untuk meruntuhkan penjajah oligarki yang sudah sangat mencengkeram,” kata Rizal.

Menurut dia, gerakan rakyat dapat mengambil beragam bentuk, mulai dari reformasi, restorasi, hingga revolusi. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah membongkar akar kekuatan oligarki dan mewujudkan kehidupan bernegara yang lebih adil.

“Apapun namanya apakah reformasi, restorasi, nepalisasi, ataupun revolusi, pada intinya adalah membongkar akar kekuatan oligarki dan meruntuhkannya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Rizal Fadhillah Soroti Polemik Ijazah Gibran: MK Bisa Jadi Awal Proses Hukum

Rizal berharap gerakan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut dapat mendorong terwujudnya negara yang adil dan makmur, sesuai cita-cita para pendiri bangsa.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya mengandalkan kekuatan, keberkahan, dan keridaan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Media memberikan ruang bagi klarifikasi, bantahan, maupun informasi dari perspektif pihak-pihak yang disebut atau terkait dalam pemberitaan ini, sesuai prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah.


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Sutoyo Abadi: Investasi Politik di Indonesia Bisa Membeli dan Mengendalikan Kekuasaan
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img