Rizal Fadillah Soroti Pemecatan Purbaya: Quo Vadis Prabowo?
INDOVIEWNEWS.COM— Pemerhati Politik dan Kebangsaan Rizal Fadillah menyoroti keputusan Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan dan menggantinya dengan Suahasil Nazara.
Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026), berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026. Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam tulisannya berjudul “Quo Vadis Prabowo?” tertanggal 16 September 2026, Rizal menilai keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai arah pemerintahan Prabowo.
“Setelah memecat dengan tidak hormat Menkeu Purbaya tanpa penjelasan yang memadai dari si jago omon Prabowo, maka kini opini justru berpihak pada Purbaya dan menyudutkan Prabowo,” tulis Rizal.
Rizal juga menyoroti cara pemberhentian Purbaya yang menurutnya dilakukan secara mendadak. Ia menyebut keputusan tersebut menunjukkan persoalan etika dan kedewasaan dalam pengelolaan pemerintahan.
“Memberhentikan saat menjalankan tugas rapat dengan DPD RI lalu tiba-tiba memecat dari ujung telepon jelas tidak etis,” kata Rizal dalam tulisannya.
Menurut Rizal, terdapat sejumlah pertanyaan mengenai alasan pergantian tersebut. Ia kemudian menguraikan tiga arah yang menurut pandangannya sedang ditempuh Prabowo, yakni otoritarianisme, Jokowisme, dan oligarkisme.
“Pertama, ke otoritarianisme. Membangun budaya sentralistik ‘Prabowo can do no wrong’,” tulisnya.
Rizal kemudian mengaitkan pergantian Purbaya dengan masuknya kembali Suahasil Nazara ke posisi Menteri Keuangan. Ia menilai pergantian tersebut perlu dilihat dalam konteks hubungan politik dan kebijakan pemerintahan sebelumnya.
“Kedua, Jokowisme. Memberi ruang besar bagi antek-antek Jokowi,” tulis Rizal.
Selanjutnya, Rizal menyampaikan pandangannya mengenai pengaruh oligarki dalam pemerintahan. Ia menilai Purbaya sebelumnya diharapkan dapat mengurangi dominasi kelompok-kelompok berkepentingan dalam perekonomian.
“Ketiga, oligarkisme. Prabowo kembali menjadi penguat dominasi oligarki,” tulisnya.
Rizal juga mengkritik sejumlah program pemerintah Prabowo, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kebijakan yang menurutnya berdampak terhadap masyarakat bawah.
“Program kerakyatannya manipulatif. MBG adalah program menggendutkan kaum borjuasi, polisi, dan TNI. KMP menghancurkan ekonomi masyarakat bawah,” tulis Rizal.
Di bagian akhir tulisannya, Rizal kembali mempertanyakan arah politik pemerintahan Prabowo.
“Quo vadis Prabowo? Ia bergerak ke arah agama kaum pendusta, penguasa penentu segala, pengusaha pengeruk aset negara, tentara perusak citra, dan politisi penikmat kuasa,” tulisnya.
Rizal kemudian menutup tulisannya dengan kritik keras terhadap Presiden Prabowo dan arah pemerintahannya.
Pernyataan mengenai alasan pemecatan Purbaya, dugaan pengaruh pihak tertentu, serta penilaian mengenai arah pemerintahan Prabowo tersebut merupakan pandangan dan kritik Rizal Fadillah yang disampaikan dalam tulisannya. Media ini membuka ruang bagi pihak-pihak yang disebut maupun dikritik dalam pernyataan tersebut untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







