spot_img
spot_img
Rabu, September 16, 2026
BerandaNewsSutoyo Abadi Kritik Prabowo: Janji Politik Dinilai Hidup di Alam Imajinasi

Sutoyo Abadi Kritik Prabowo: Janji Politik Dinilai Hidup di Alam Imajinasi

spot_img

Sutoyo Abadi Kritik Prabowo: Janji Politik Dinilai Hidup di Alam Imajinasi

INDOVIEWNEWS.COM— Koordinator Kajian Politik Merah Putih Sutoyo Abadi melontarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai sejumlah janji dan pidato politik pemerintah belum sepenuhnya tercermin dalam kebijakan dan hasil yang dirasakan masyarakat.

Dalam tulisannya bertanggal 17 September 2026 berjudul “Prabowo Hidup di Alam Imajinasi”, Sutoyo menggambarkan janji politik sebagai sesuatu yang menurutnya hanya bersifat sementara dan belum menghasilkan perubahan nyata.

“Janji manisnya itu ternyata hanya kabut di pagi hari, tipis, harum sesaat, lalu lenyap terhisap cahaya,” kata Sutoyo.

Menurut dia, janji politik tersebut lebih menyerupai retorika yang dirancang untuk mengalihkan perhatian daripada menjadi instrumen penyelesaian masalah.

“Janji manisnya hanyalah ilusi politik, retorika yang dirancang untuk mengalihkan perhatian, bukan menyelesaikan masalah,” ujarnya.

BACA JUGA :  Rizal Fadillah Desak GRIB Jaya Dibubarkan: Dinilai Tak Berguna bagi Rakyat dan Langgar UU Ormas

Sutoyo juga mengkritik pidato Presiden Prabowo yang dinilainya lebih banyak menghadirkan gambaran mengenai rencana dan harapan, tetapi belum selalu terlihat dalam bentuk kebijakan yang terukur.

“Pidatonya seperti mimpi yang ditenun di ujung malam, indah ketika didengarkan, tak berjejak saat fajar menyingsing,” tulisnya.

Ia kemudian menyoroti peran komunikasi politik dalam penyampaian pesan pemerintah. Menurut Sutoyo, pidato yang telah dipersiapkan dan dikemas secara komunikasi politik dapat terlihat persuasif ketika disampaikan kepada publik.

“Pidatonya, dirapikan oleh tim komunikasi, diulang dalam pidatonya, lalu dipotong-potong oleh media, lebih mirip simulasi persuasif daripada rencana kebijakan,” katanya.

Sutoyo selanjutnya mempertanyakan sejauh mana ucapan dan kebijakan pemerintah dapat diukur melalui indikator konkret.

“Ucapan dan kebijakannya adalah halusinasi kolektif, pernyataan yang tampak signifikan tetapi tidak dilandasi kerangka anggaran, indikator kinerja, atau mekanisme akuntabilitas yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sutoyo Abadi: Putusan MA Pulihkan Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil

Menurut Sutoyo, klaim keberhasilan pemerintah semestinya diuji melalui data dan capaian yang dapat diukur, antara lain terkait pengurangan kemiskinan, penyerapan anggaran, serta realisasi target pelayanan publik.

“Semua akhirnya kandas ketika klaim-klaim itu diuji terhadap data, misalnya capaian pengurangan kemiskinan, penyerapan anggaran, atau realisasi target layanan publik,” tulisnya.

Ia menilai apabila kebijakan tidak diikuti dengan realisasi yang terukur, masyarakat pada akhirnya hanya menerima gema dari berbagai janji dan narasi politik.

“Semua akhirnya tenggelam dalam imajinasi dan mimpi kebijakan yang tidak terealisasi, rakyat semakin menderita harus meratapi nasib sedihnya tanpa ujung dan tanpa kepastian,” pungkas Sutoyo.

Pernyataan mengenai kebijakan, janji politik, capaian pemerintah, serta kondisi masyarakat dalam tulisan tersebut merupakan pandangan dan kritik Sutoyo Abadi yang disampaikan dalam tulisannya pada 17 September 2026. Media ini membuka ruang bagi pihak-pihak yang disebut maupun terkait, termasuk pemerintah, untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan.

BACA JUGA :  Pengamat: Indonesia Perlu Bangun Jaringan Deteksi Bawah Laut, Bukan Sekadar Tambah Kapal Selam

DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Muslim Arbi Soroti Ketidakhadiran Tokoh Pro-Amandemen dalam Diskusi UUD 1945
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img