spot_img
spot_img
Rabu, Oktober 28, 2026
BerandaHeadlinePengamat Muslim Arbi: Apakah KDM Boneka Baru Oligarki? Polanya Mirip Jokowi Lawan...

Pengamat Muslim Arbi: Apakah KDM Boneka Baru Oligarki? Polanya Mirip Jokowi Lawan Prabowo

spot_img

Pengamat Muslim Arbi: Apakah KDM Boneka Baru Oligarki? Polanya Mirip Jokowi Lawan Prabowo

INDOVIEWNEWS.COM— Muslim Arbi Sentil Dedi Mulyadi: Defisit Rp5,7 Triliun, Absen di Acara Prabowo, Merasa Unggul Survei Capres 2029?

*JAKARTA, 26 Oktober 2026* – Pengamat Politik dan Kebangsaan, Muslim Arbi, melontarkan kritik tajam terhadap sepak terjang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM.

Muslim Arbi mempertanyakan arah politik KDM yang dinilai mulai membangun jarak dengan Presiden Prabowo Subianto dan Partai Gerindra.

“Apakah KDM, boneka baru oligarki?” ujar Muslim Arbi dalam keterangan tertulisnya, Ahad (26/10/2026).

Menurut Muslim, KDM memiliki rekam jejak panjang di politik. Ia pernah memimpin Kabupaten Purwakarta dua periode sebagai kader Golkar, bahkan pernah menjabat Ketua DPD I Golkar Jawa Barat, sebelum akhirnya lompat ke Partai Gerindra dan kini menjabat Gubernur Jawa Barat.

Muslim menilai, publik Jawa Barat lebih mengenal KDM karena konten-kontennya yang viral di media sosial.

“Apakah karena viral di medsos itu sehingga rating surveinya lebih unggul ketimbang Prabowo dan Anies? Karena belakangan di bawah Dedi Mulyadi,” kata Muslim.

BACA JUGA :  Proses Evakuasi JPO Tendean Rampung, Pembangunan Kembali Masih dalam Kajian

Ia juga menyoroti kondisi fiskal Jawa Barat yang disebut mengalami defisit anggaran Rp 5,7 triliun. Selain itu, ketidakhadiran KDM dalam Rakornas TPKAD yang dihadiri langsung Presiden Prabowo menjadi sorotan.

“Pada Rakornas TPKAD yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo, KDM terlihat absen dengan alasan sedang menangani urusan di Gunung Ciremai,” ungkapnya.

Menurut Muslim, absennya KDM tersebut memunculkan spekulasi politik. Ia menilai ada sinyal perlawanan KDM terhadap Presiden Prabowo.

“Secara politik dan dinamika berbangsa publik mulai melihat KDM mulai bikin perlawanan terhadap Presiden Prabowo? Apakah karena merasa unggul survei? Karena bisa jadi dari sekarang melawan Prabowo. Karena Prabowo sudah digadang-gadang sebagai Capres pada 2029?” jelasnya.

Muslim mengingatkan bahwa KDM masih menjabat sebagai Gubernur yang harus tunduk pada pemerintah pusat dan masih berstatus sebagai kader Gerindra, sementara Prabowo adalah Ketua Umum partai tersebut.

BACA JUGA :  Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Resmi Dilantik, Simak Harapan Pemerintah

“Padahal dia masih menjabat sebagai Gubernur dan harus tunduk pada pemerintah pusat. Ya, tunduk dan taat pada Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan,” tegasnya.

Lebih jauh, Muslim menyebut gaya pencitraan KDM mirip dengan Joko Widodo saat menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2014.

“Usut-usut gaya pencitraan KDM ini mirip Joko Widodo saat sebagai Gubernur DKI 2012-2014. Bisa jadi pola dan gaya Jokowi itu dicopas oleh KDM,” katanya.

Muslim juga menyinggung rumor adanya konglomerat atau oligarki yang merapat ke KDM.

“Bahkan rumor ada sejumlah konglomerat atau persisnya oligarki yang tersapu oleh kebijakan Presiden Prabowo mulai merapat ke KDM?” ucap Muslim.

Ia mengingatkan sejarah Jokowi yang dibesarkan PDIP dan sejumlah oligarki, namun setelah menjadi Presiden dua periode justru melawan PDIP dan Megawati hingga akhirnya dipecat dari partai berlambang moncong putih itu.

“Apakah KDM itu akan mencopas Jokowi untuk merintis ambisi sebagai Presiden dan mulai melawan Presiden dan Ketum partainya meski masih berstatus Gubernur dan kader Partai Gerindra. Hanya KDM yang bisa menjawabnya,” pungkas Muslim Arbi.

BACA JUGA :  CBA Soroti OJK, Dinilai Lamban Tangani Sengketa BCA dan Keluhan Nasabah

Hingga berita ini diturunkan, pihak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belum memberikan tanggapan.”


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Gubernur NTT Melki Laka Lena Pimpin Rakor Tanggap Darurat Gempa Flores
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img