spot_img
spot_img
Rabu, Oktober 28, 2026
BerandaNewsMasih Pertahankan Gibran, Selamat Ginting: Suara Prabowo Makin Tergerus

Masih Pertahankan Gibran, Selamat Ginting: Suara Prabowo Makin Tergerus

spot_img

Masih Pertahankan Gibran, Selamat Ginting: Suara Prabowo Makin Tergerus

INDOVIEWNEWS.COM— Presiden Prabowo Subianto menghadapi peringatan politik serius menyusul tren penurunan tingkat persetujuan publik terhadap kepemimpinannya. Pengamat politik dan militer Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting, menilai penurunan tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi Prabowo, terutama terkait keputusannya mempertahankan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Ginting, tren sejumlah hasil survei menunjukkan tingkat persetujuan terhadap Prabowo terus menurun dari waktu ke waktu. Ia menilai kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa ada persoalan politik yang perlu segera direspons oleh Presiden, termasuk dalam mengevaluasi posisi Gibran dalam pemerintahan.

“Kalau kita lihat rata-rata survei terhadap Prabowo, setiap bulan semakin ke sini semakin turun,” kata Selamat Ginting di Channel YouTube Sinkos İndonesia, Senin (26/10/2026).

Ia merujuk pada sejumlah angka survei yang disebutnya menunjukkan penurunan tingkat persetujuan terhadap Prabowo. Pada November 2025, angkanya masih berada di sekitar 81,2 persen. Kemudian, pada Maret 2026 turun menjadi 66,4 persen, lalu kembali merosot menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.

BACA JUGA :  Momentum Penguatan Pendampingan Halal di Kawasan Transmigrasi

Memasuki Oktober 2026, bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo, angka tersebut disebut telah berada di level 44,5 persen.

Ginting menilai penurunan itu tidak boleh dipandang sebagai dinamika survei biasa. Bagi dia, tren tersebut merupakan peringatan bahwa dukungan publik terhadap pemerintahan Prabowo menghadapi tekanan yang semakin besar.

“Ini sudah warning bagi Presiden Prabowo. Gibran itu bukan lagi lampu kuning, ini sudah lampu merah,” ujarnya.

Ginting berpandangan, keputusan Prabowo untuk tetap mempertahankan Gibran sebagai wakil presiden berpotensi membawa konsekuensi politik terhadap posisi Presiden sendiri.

Ia menilai, apabila penurunan tingkat persetujuan publik terus berlanjut, Prabowo berisiko kehilangan sebagian modal politik yang telah dimilikinya. Dalam situasi tersebut, mempertahankan pasangan politik tanpa melakukan evaluasi dinilai dapat memperbesar tekanan terhadap kepemimpinannya.

BACA JUGA :  Indonesia Jangan Naif: Saatnya Miliki UU Penanggulangan Spionase dan Intervensi Asing

“Kalau Prabowo masih juga mempertahankan Gibran, sama saja memakan tabungan pribadinya sendiri. Artinya, dia akan tergerus,” kata Ginting.

Menurut dia, angka survei yang dipaparkannya memperlihatkan adanya persoalan dalam penerimaan publik terhadap duet Prabowo-Gibran. Ia menilai posisi Gibran dapat menjadi beban politik bagi Presiden apabila persepsi negatif masyarakat terhadap wakil presiden ikut memengaruhi penilaian terhadap pemerintahan secara keseluruhan.

“Angka tersebut menunjukkan betapa persetujuan rakyat terhadap Gibran ini menjadi persoalan. Gibran dinilai sebagai beban negara, beban nasional, sekaligus beban bagi Prabowo,” ujarnya.

Lebih jauh, Selamat menyoroti pentingnya membedakan penilaian masyarakat terhadap Prabowo secara pribadi dengan penilaian terhadap pemerintahan yang dipimpin bersama Gibran.

Menurut dia, pengukuran tingkat persetujuan terhadap Prabowo yang dikaitkan dengan pemerintahan secara keseluruhan perlu dibaca secara hati-hati. Sebab, penilaian terhadap presiden dan wakil presiden tidak selalu identik.

BACA JUGA :  Rizal Fadillah Balik Semprot Prabowo: Saking Gobloknya Jadi Tolol

“Beda sekali kalau kemudian Prabowo disurvei sendiri. Prabowo sendiri ini, karena Prabowo disatukan dengan Gibran, hasilnya seperti ini,” katanya.


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  PSI Gagal ke Parlemen, Selamat Ginting: Dinasti Jokowi Terancam Tamat di 2029
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img