spot_img
spot_img
Rabu, Oktober 28, 2026
BerandaNewsKoordinator Kajian Politik Merah Putih: Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo Jaga Marwah Prajurit...

Koordinator Kajian Politik Merah Putih: Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo Jaga Marwah Prajurit TNI

spot_img

Koordinator Kajian Politik Merah Putih: Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo Jaga Marwah Prajurit TNI

INDOVIEWNEWS.COM–  Koordinator Kajian Politik Merah Putih Sutoyo Abadi menyoroti konsistensi sikap Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo di tengah dinamika politik nasional yang dinilai kabur batas antara ranah sipil dan militer. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Senin (26/10/2026).

Menurut Sutoyo, Gatot terus memposisikan diri sebagai suara kritis yang mengingatkan esensi dasar bernegara.

“Di tengah dinamika politik dan kebijakan negara yang kerap kabur batas antara ranah sipil dan militer, konsistensi sikap seorang purnawirawan tinggi kembali menarik perhatian publik,” ujar Sutoyo.

Sutoyo menilai pandangan Gatot sebagai mantan Panglima TNI tidak lahir dari ruang akademis semata, melainkan dari pembacaan strategis atas postur pertahanan dan arah demokrasi Indonesia saat ini.

Adapun beberapa poin yang disoroti Gatot menurut Sutoyo, antara lain:

BACA JUGA :  Rizal Fadillah: Putusan MK Jadi Pemantik Pemakzulan Gibran, DPR Disebut Kunci Penentu

1. Meritokrasi dan Independensi TNI
Sutoyo menyebut Gatot menggema kembali pesan moral Panglima Besar Jenderal Soedirman agar institusi militer tetap steril dari politik praktis.

“Penempatan, penugasan, dan promosi jabatan di tubuh TNI wajib berpijak pada meritokrasi—berbasis prestasi, integritas, serta kompetensi—bukan sekadar kedekatan personal dengan lingkaran elite politik,” kata Sutoyo mengutip pandangan Gatot.

2. Kritik atas Perluasan Peran Sipil
Gatot, lanjut Sutoyo, secara terbuka mengkritik pelibatan prajurit dalam program-program administratif sipil.

“Seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengelolaan koperasi desa, hingga pembentukan bataliyon pertanian. Di masa damai, mandat konstitusional TNI adalah fokus pada pelatihan, pemeliharaan kesiapan tempur, dan penguatan pertahanan negara,” jelasnya.

3. Transformasi Ancaman Non-Militer dan Sumpah Prajurit
Menurut Sutoyo, Gatot mengingatkan kedaulatan hari ini tidak cukup diukur dari alutsista, melainkan juga ancaman proxy war, siber, krisis pangan, hingga cengkeraman ekonomi asing.

BACA JUGA :  Partai Politik di Indonesia Disebut Telah Berubah Menjadi Kartel Kekuasaan Berbaju Demokrasi, Sutoyo Abadi: Oposisi Mati Suri

Ia juga mengibaratkan rakyat sebagai “ibu kandung” TNI.

“TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan tidak boleh diposisikan sebagai alat penindas demi melanggengkan kekuasaan rezim tertentu,” ujar Sutoyo.

Sutoyo menegaskan sikap tersebut sebagai kegelisahan seorang patriot.

“Sikap keteguhan ini sekaligus menjadi antitesis bagi gaya kepemimpinan militer yang terjebak dalam arogansi personal dan klaim superioritas di ruang publik. Sumpah prajurit menuntut kesetiaan pada negara dan konstitusi, bukan kesombongan retorika yang mencederai marwah institusi pertahanan nasional,” pungkasnya.

Redaksi menegaskan bahwa pernyataan di atas merupakan murni pandangan narasumber, Koordinator Kajian Politik Merah Putih Sutoyo Abadi, dan bukan merupakan pandangan redaksi. Redaksi membuka ruang hak jawab, hak koreksi, dan klarifikasi bagi semua pihak sesuai Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999.

BACA JUGA :  Sutoyo Abadi: Jebakan Dengan Ilusi dan Pola Yang Sama, Prabowo Tidak Akan Adili Jokowi

DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Tetangga Jokowi Bongkar Tembok Ratapan Solo: Ada yang Digiring Naik Bus hingga Dapat Amplop
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img