spot_img
spot_img
Minggu, November 1, 2026
BerandaOpiniMASALAH ASAP,  SINGAPURA &  MITIGASINYA

MASALAH ASAP,  SINGAPURA &  MITIGASINYA

spot_img

MASALAH ASAP,  SINGAPURA &  MITIGASINYA

Memet Hakim
Pengamat Sosial dan Hidrologi

Pada musim hujan, air bah itu datang seketika akibat curah hujan  sebulan yang turun dalam tempo 1-3 hari.  Hujan beberapa jam saja di kota besar dapat menyebabkan banjir, tetapi ada juga banjir akibat air kiriman dari daerah lain. Biasanya yang menjadi kambing hitam adalah selain penebangan hutan adalah kebun sawit.

Pada musim kemarau seperti sekarang ada musim kemarau panjang yang terjadi setiap 4-5 tahun sekali terjadi kebakaran hutan di banyak tempat, yang menjadi kambing hitam juga sama adalah membakar hutan dan kebun sawit. Padahal tidak ada metoda pengambilan hasil hutan dengan pembakaran hutan, karena sangat merusak. Tidak ada juga metoda pembakaran hutan untuk ditanami kelapa sawit, karena pembakaran rencekan ranting sekalipun telah dilarang.

Masyarakat terlalu mudah mencari penyebab nya dengan hanya melihat dampaknya saja tanpa melihat penyebabnya. Kedua bencana ini banjir dan kebakaran hutan terkait iklim basah dan kering yang ekstrim, ketiadaan perencanaan yang memadai, melemahnya budaya masyarakat menjaga alam dan keserakahan para pemimpin pada semua level, sehingga warga apatis melihat bencana akan datang.

Tetapi mengapa hal tersebut terjadi ? kita coba bedah dan analisis. Secara teknis Indonesia memiliki 2 tipe iklim yakni pertama iklim equitorial dimana curah hujan relatih merata dan tidak ada musim kering/kemarau yang tegas, di wilayah iklim equitorial ini cocok jika ditanami tanaman kelapa sawit, hutannya disebut hutan hujan tropis . Kedua iklim munson dimana curah hujan tidak merata sepanjang tahun, disini dikenal adanya musim kering selama 2-4  bulan setiap tahunnya. Di wilayah iklim munson ini tanaman tebu dan semusim lainnya sangat cocok ditanam.

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) : sangat mudah terjadi  pada saat kemarau panjang, jika lokasi tersebut terbuka untuk umum, para pengunjung dalam banyak hal tanpa sengaja atau sengaja ikut berperan misalnya dengan membuang puntung rokok.

BACA JUGA :  PURBAYA DICOPOT, PURBAYA SELAMAT !!!

Kesengajaan juga sangat mungkin terjadi pada hutan sekunder dimana hutannya hanya ditumbuhi lalang dan semak belukar. Hutan sekunder ini sangat luas akibat penebangan hutan tidak terkendali. Produksi asap pada tanah mineral hanya sedikit, begitu api padam, asap juga hilang. Produksi asap pada  lahan gambut sulit diatasi, asap terus mengepul walau api diatas permukaan sudah tidak terlihat.  Hanya hujan yang dapat mengatasinya.

Tim PKH (Pengendalian Hutan Terpadu) telah menyita sedikitnya 5 jutaan ha kebun sawit yang ditanam di kawasan hutan termasuk diantaranya yang telah memiliki SHM di wilayah transmigrasi. Artinya penindakan pemerintah atas pelanggaran hutan sangat tegas, bahkan dendanya saja sangat besar bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang melanggar kawasan hutan. Bahkan keluarga Jokowi  saja diduga terlibat dalam kasus meringankan denda seperti ini (Inilah.com, 26 Oktober 2026 , artinya dendanya besar.

Luas hutan Indonesia masih merupakan yang terluas dikawaan Asean dan Australia. Hutan di Indonesia luasnya masih sekitar 50% tutupan primer dan jika disebut kawasan hutan ada 63 % dari areal daratan. sisanya merupakan tanah adat/ulayat dan yang telah dilepas hari hutan menjadi HGU. Tanah kehutanan dikelola oleh Kementerian Kehutanan sedang Tanah adat, ulayat dan non hutan dikelola oleh kementerian ATR/BPN. Kebun sawit harus ditanam di lahan adat atau ulayat, areal hutan yang telah dikonversi (HPK) menjadi tanah adat.

Luas hutan di Malaysia hanya 57 % (kawasan hutan primernya hanya sekitar 30 %), Singapura 22 %,  Australia 17 % dan Thailand 38 % dari total wilayah daratnya.  Karena hutan Indonesia masih luas itulah maka banyak negara asing yang ingin agar hutan di Indonesia dipertahankan dan tidak rela dibuat produktif, karena menghasilkan oksigen bersih gratis.

Negara Eropa dan Amerika selalu bersuara miring terhadap hutan di Indonesia, tetap mengapa tidak bersuara tatkala menyangkut hutan di luar Indonesia  ?  Selama ini Indonesia selama 56 bulan megirim udara segar ke Malaysia dan Singapura, mereka tidak pernah membayar apapun, bahkan berterimakasihpun tidak. Hanya 2-4 bulan ada asap seolah-olah ada kiamat sampai mereka menuntut ganti rugi segala macam, padahal perusahaan warga Malaysia dan Singapura juga ikut berperan di dalam kebakaran ini. Posisi ini harus dikedepankan.

BACA JUGA :  NU MAU DIBAWA KE MANA dan untuk SIAPA NU BERDIRI

Indonesia sudah waktunya menagih pembayaran atas oksigen yang dikirim ke negara mereka, tidak apada tempatnya negara sekecil Singapura menekan Indonesia. Sikap protes Indonesia ditunjukan dengan mengambil alih perkebunan sawit dan HTI milik pegusaha Singapura ini, stop ekspor dan impor lewat Singapura merupakan pilihan tepat.

Apalagi kita ketahui Singapura adalah sababat Israel dan pelindung para koruptor Indonesia. Negara ini jelas tidak bersahabat dengan Indonesia, negara Singapura cuma pura2 bersahabat saja terutama jika ada maunya. Ingat kedaulatan bangsa & negara diatas segala pertimbangan bisnis.

Bagaimana mitigasi kebakaran hutan ini ? Untuk menghadapi urusan perkawinan saja jauh2 hari telah ada persiapan, demikian juga menghadapi lebaran dan berbagai event lainnya. Upaya mitigasi karhutla tentu sama saja perlu persiapan jauh-jauh hari, bagaimana tindakan preventif dan kuratifnya.

Langkah Preventif : Membuat SOP  yang melibatkan Kepala Daerah dan aparat kabupaten sampai Desa termasuk Babinsa, Babinkamtibmas, para penyuluh, dll, serta melibatkan seluruh warga setempat. Bentuk organisasi sederhana tetapi mengikat, sistem monitoring dan evaluasinya. Tumbuhkan budaya sadar jaga lingkyngan. Langkah kuratf : membuat SOP seperti metoda sederhana yang tepat untuk memadamkan apinya. Kedua langkah ini perlu latihan, ibarat tim pemadam kebakaran mereka terlihat tidak bekerja jika tidak ada kebakaran, akan tetapi mereka selalu siap dengan berbagai peralatan untuk memadamkan api.

Karhutla tidak terjadi pada musim hujan, yang aneh justru jika ada kebakaran pada saat ada pasar yang akan dibangun, di kantor kejaksaan, kepolisian yang ada di perkotaan.

Mengajak rakyat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, memerlukan kepemimpinan yang baik, bagaimana meyakinkan warga agar mau berperan dalam menjaga hutannya dari kebakaran, memberi contoh keteladanan agar warga percaya. Ini merupakan proyek sosial untuk meningkatkan peran aktif warga. Pendekatanan partisipasi aktif dari pimpinan daerah dan pimpinan perusahaan merupakan kunci dari keberhasilan.

BACA JUGA :  EMPAT PRINSIP HIDUP MENUJU HIDUP BAHAGIA DUNIA AKHIRAT

Jika banjir penyebabnya air hujan yang turun dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat,  diperparah dengan banyaknya material yang terbawa air. Kebakaran hutan disebabkan adanya musim kering dan ulah manusia yang sengaja atau tidak sengaja membakar hutan dan lahan. Kedua bencana dapat diantisipasi dengan cara yang sistematis yang dipimpin oleh kepala daerah dan menteri terkait.

Di dalam agama Islam ada larangan merusak bumi dan lingkungan, tapi mengapa justru para penguasa serakah memberikan ijin usahanya, tanpa memperhatikan dampaknya. Memang rasanya kita jarang kita bersyukur jika mendapatkan kenikmatan dan segera memngeluarkan kemarahan jika terjadi banjir dan karhutla dengan mencari kambing hitam.

Biasanya respon penguasa juga reaktif memperkecil dampaknya. Langkah preventif tidak tertengar apalagi langkah rencana mitigasinya. Yang pasti setiap kejadian selalu ada hikmahnya, menjadi pemimpin itu harus amanah sehingga baik banjir maupun kebakaran hutan dapat diminimalisir dengan baik.

Bandung, 30 Oktober 2026


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  EMPAT PRINSIP HIDUP MENUJU HIDUP BAHAGIA DUNIA AKHIRAT
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img