spot_img
spot_img
Jumat, Oktober 30, 2026
BerandaNewsRizal Fadhillah: Kelompok Agama Harus Bergerak, Pemerintahan Prabowo-Gibran Dikritik Gagal

Rizal Fadhillah: Kelompok Agama Harus Bergerak, Pemerintahan Prabowo-Gibran Dikritik Gagal

spot_img

Rizal Fadhillah: Kelompok Agama Harus Bergerak, Pemerintahan Prabowo-Gibran Dikritik Gagal

INDOVIEWNEWS.COM— Pemerhati Politik dan Kebangsaan Rizal Fadhillah menyerukan kelompok agama agar lebih aktif menyikapi persoalan bangsa. Ia menilai, nilai moral dan etika semakin terpinggirkan, sementara berbagai persoalan sosial, politik, dan hukum membutuhkan perhatian serius dari masyarakat.

Dalam tulisannya bertajuk “Kelompok Agama Harus Bergerak”, Jumat (30/10/2026), Rizal menyoroti aksi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi pada 28 Oktober 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta, yang mengkritik pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Ia menilai, kemunculan tiang salib merah yang diusung di tengah aksi tersebut menarik untuk dicermati sebagai simbol keagamaan yang hadir dalam ruang perjuangan menyuarakan aspirasi.

“Kita tidak perlu menafsirkan usungan tiang salib tersebut dengan persepsi beragam tetapi ambil nilai konstruktifnya, yaitu agama yang mulai menyertai aksi perjuangan atau perlawanan atas ketidakjujuran dan ketidakadilan,” tulis Rizal.

Menurut dia, aksi tersebut melibatkan mahasiswa dengan latar belakang agama yang beragam. Karena itu, simbol keagamaan tersebut semestinya tidak dipersempit menjadi persoalan identitas, melainkan dapat dimaknai sebagai pengingat atas pentingnya moralitas dan keadilan dalam kehidupan berbangsa.

BACA JUGA :  Rizal Fadillah: UGM Menciptakan Raja Palsu, Desak Rektor Ova Emilia Mundur

Agama Harus Menjadi Kekuatan Perubahan

Rizal berpandangan, agama memiliki peran penting dalam membangun moralitas, etika, dan tatanan sosial yang adil. Menurutnya, nilai-nilai spiritual seharusnya mendorong perbaikan dalam kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

“Agama melawan berbagai kebohongan, pengkhianatan, kesewenang-wenangan, dan penindasan. Mengubah keadaan yang serba kacau menjadi harmoni,” tulisnya.

Ia juga menekankan bahwa dalam Islam, prinsip amar ma’ruf nahi munkar menjadi landasan untuk menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Bagi Rizal, pengamalan agama tidak cukup berhenti pada ritual, tetapi perlu diwujudkan melalui kepedulian dan tindakan nyata untuk memperbaiki kehidupan masyarakat.

Soroti KKN dan Kesenjangan Sosial

Dalam kritiknya terhadap kondisi bangsa, Rizal menyoroti persoalan korupsi, kolusi, politik dinasti, kesenjangan ekonomi, dan pengangguran. Ia menilai berbagai persoalan tersebut menunjukkan perlunya pembenahan serius dalam penyelenggaraan negara.

“Alih-alih hukum mati pelaku korupsi malah fasilitasi dilakukan tanpa sungkan lagi, kolusi tidak pakai basa-basi dan politik dinasti dianggap tradisi,” tulis Rizal.

BACA JUGA :  Rizal Fadhillah: Akankah MK Meniup Peluit dalam Perkara Syarat Pendidikan Gibran?

Ia juga mengkritik sikap yang menurutnya cenderung memaklumi penguasaan atau penjualan aset negara atas nama investasi, sementara persoalan ketimpangan sosial belum terselesaikan.

Rizal menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, termasuk bagi para pemimpin dan tokoh agama yang memiliki pengaruh moral di tengah masyarakat.

Serukan Ulama, Kiai, dan Santri Lebih Aktif

Rizal secara khusus menyerukan keterlibatan kiai, ulama, santri, dai, habaib, serta kader organisasi Islam dalam merespons persoalan kebangsaan.

“Pemerintahan Prabowo Gibran gagal dan simbol keagamaan yang terangkat adalah sinyal bahwa umat Islam pun harus segera bergerak. Peduli dan bertindak,” tulisnya.

Menurut Rizal, kelompok agama perlu mengambil peran lebih aktif dalam menyuarakan keadilan, mengawal kebijakan publik, serta mengingatkan penguasa agar tidak mengabaikan aspirasi masyarakat.

Ia menyebut rekonstruksi, reformasi, atau revolusi sebagai pilihan jalan perbaikan negeri. Namun, seruan tersebut perlu diwujudkan melalui perjuangan yang bertanggung jawab, berorientasi pada kepentingan rakyat, serta menghormati hukum dan keselamatan masyarakat.

“Kelompok agama harus bergerak dengan gagah berani,” tegasnya.

BACA JUGA :  Muslim Arbi: Haji Isam Potensial Beli BCA, Kekayaan dan Jaringan Bisnis Jadi Modal Besar

Rizal menutup tulisannya dengan seruan agar nilai-nilai agama tidak berhenti sebagai simbol, tetapi menjadi kekuatan moral untuk memperjuangkan bangsa, negara, dan keadilan.

Redaksi memberikan ruang klarifikasi, bantahan, maupun informasi dari perspektif pihak-pihak yang disebut atau terkait dalam pemberitaan ini, termasuk pemerintah, sesuai prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah.


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Jhon Sitorus Desak Presiden Pecat Menhub Dudy Purwagandhi: Kecelakaan Transportasi Terus Terjadi
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img