Hari Purwanto Kritik Insentif MBG Rp1 Triliun: Rawan Jadi Bancakan Pejabat, Rakyat Butuh Manfaat Nyata
INDOVIEWNEWS.COM— Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, mengkritik rencana pemerintah memberikan insentif fiskal Rp1 triliun kepada pemerintah daerah (pemda) yang dinilai berhasil menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai anggaran tersebut lebih baik dialihkan untuk program yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Hari mengaku heran dengan kebijakan pemberian insentif tersebut. Menurutnya, MBG semestinya menjadi sarana penyaluran anggaran APBN agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan justru membuka peluang bagi oknum untuk mencari keuntungan.
“Tapi pada praktiknya tidak seperti yang diharapkan, malah jadi bancakan oknum ‘pemburu rente’ yang mengambil keuntungan dari MBG,” katanya kepada media, Kamis (30/10/2026).
Ia juga menyoroti rencana pemerintah menggelar lomba bagi daerah yang paling sukses menjalankan program MBG. Menurutnya, anggaran untuk insentif maupun perlombaan tersebut sebaiknya dialihkan ke program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
“Kemudian muncul lagi program lomba sukseskan MBG, dan baiknya program lomba dialihkan untuk program yang bermanfaat langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Hari menilai pemberian insentif fiskal tersebut rawan disalahgunakan oleh pejabat. Ia mengingatkan bahwa kewenangan mengelola anggaran negara sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dapat mendorong lahirnya berbagai program tanpa perhitungan dampak yang memadai.
“Pejabat kita gampang membuat program karena sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dari APBN. Sehingga, usulan mudah tanpa memperhitungkan dampak dari program tersebut,” katanya.
Ia menegaskan, orientasi kebijakan pemerintah seharusnya tidak berhenti pada penghargaan bagi daerah yang dinilai berhasil menjalankan program, tetapi memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi.
“Masyarakat butuh program pemerintah yang menyentuh langsung ke piring-piringnya di rumah,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah pusat menyiapkan insentif fiskal sebesar Rp1 triliun bagi pemerintah daerah yang dinilai paling mendukung program MBG. Pernyataan tersebut disampaikan di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (29/10/2026).
“Tahun ini ada insentif fiskal yang kita pertandingkan, sebanyak Rp1 triliun, dalam tiga gelombang 6 region,” kata Tito.
Ia mengatakan, kompetisi serupa akan kembali digelar tahun depan. Kepala daerah yang dinilai kreatif dan paling mendukung keberhasilan MBG juga akan memperoleh penghargaan.
Tito menyebut penghargaan bagi daerah dengan peringkat pertama sebesar Rp3 miliar, peringkat kedua Rp2 miliar, dan peringkat ketiga Rp1 miliar. Ia juga mengatakan Menteri Keuangan telah berkomitmen menyiapkan anggaran untuk pemberian insentif tersebut.
Media memberikan ruang klarifikasi, bantahan, maupun informasi dari perspektif pemerintah dan pihak-pihak terkait mengenai kebijakan insentif fiskal Rp1 triliun untuk mendukung program MBG, sesuai prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.






