Rizal Fadhillah: Kok Jokowi Takut Operasi Politik? Singgung Pemakzulan Gibran dan Ijazah
INDOVIEWNEWS.COM— Pemerhati politik dan kebangsaan, Rizal Fadhillah, mempertanyakan reaksi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut tuntutan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai bagian dari operasi politik.
Menurut Rizal, kegelisahan Jokowi muncul karena gencarnya desakan pemakzulan terkait persoalan ijazah Gibran.
“KOK JOKOWI TAKUT OPERASI POLITIK ?” tulis Rizal dalam pernyataan tertulisnya, Senin (20/10/2026).
KONTEKS: Tuduhan Operasi Politik
Rizal menyebut Jokowi menuduh pengungkapan masalah ijazah anaknya sebagai operasi politik yang ditunggangi penunggang gelap.
“Gencarnya tuntutan pemakzulan Gibran akibat ketidakberesan ijazahnya, membuat Jokowi gerah dan geram. Ia menuduh pengungkapan masalah ijazah anaknya adalah bagian dari operasi politik bahkan menurutnya ada penunggang gelap dalam kasus ini,” ujar Rizal.
Ia mengaitkan pernyataan itu dengan sikap Jokowi sebelumnya saat ijazahnya sendiri dipersoalkan, yang menurut Rizal juga sempat dikaitkan dengan sosok orang besar di balik isu tersebut.
“Teringat sebelumnya ketika ijazah dirinya dipermasalahkan, ia pun menyatakan adanya orang besar dibalik isu tersebut. Arahnya kepada SBY yang tentu saja segera dibantah,” kata Rizal.
LATAR: Ijazah yang Tidak Terkendali
Dalam rilisnya, Rizal menilai Jokowi tampak tenang di permukaan namun gelisah terhadap kondisi dirinya dan puteranya.
“Jokowi meski seperti merespons dengan tenang tetapi sesungguhnya gelisah atas keadaan diri dan puteranya. Semua di luar perhitungan dan rencana. Ternyata ijazah keduanya tidak bisa dikendalikan, bergerak terus secara liar,” ucapnya.
Ia menambahkan, “Bertahun-tahun ijazah palsu nya mendera, para pelindung satu-satu lepas dan tidak mampu memproteksi lagi.”
Rizal juga menyinggung posisi Gibran yang menurutnya semakin goyah.
“Kini nasib ijazah Gibran sang putera semakin mengkhawatirkan. Posisi Wapres terancam dan goyah. Mental bocil tidak sekuat bokap. MK telah menendang bola ke area gawang. DPR berunding untuk menentukan siapa yang akan melakukan eksekusi,” tuturnya.
PERNYATAAN: Operasi Politik Itu Wajar
Rizal membalik tuduhan Jokowi tersebut. Ia menilai justru proses menjadikan Gibran sebagai Wapres yang merupakan hasil operasi politik.
“Jokowi lupa bahwa untuk menjadikan Gibran Wapres itu juga melalui operasi politik dan secara gelap menunggingi MK. Jokowi adalah penumpang gelap gulita. Menunggangi Anwar Usman dan Idayati,” ujar Rizal.
Menurutnya, operasi politik adalah hal wajar dan absah dalam sistem ketatanegaraan, termasuk jika DPR menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
“Operasi politik adalah hal yang wajar dan absah. Jika DPR menindaklanjuti Putusan MK maka itu adalah operasi politik. DPR sebagai lembaga politik memiliki hak politik untuk bertanya, menyelidiki, dan menyatakan pendapat,” jelasnya.
Rizal juga menegaskan tidak ada penumpang gelap dalam persoalan ini, karena menurutnya putusan MK sudah bersifat final and binding.
“Penumpang gelap ? Hasil MK menjadi fakta. Bahwa bukan hanya diktum tidak diterima saja permohonan yang final, tetapi pertimbangan hukum juga bersifat final and binding. Gibran tidak memiliki ijazah, diploma, atau sertifikat dalam dan luar negeri. Lalu siapa penumpang gelapnya ? Tidak ada, semua terang kok,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan penilaian keras terhadap proses politik yang melahirkan Gibran sebagai Wapres.
“Gibran adalah hasil dari operasi politik dan hubungan gelap yang dilakukan oleh para penumpang gelap. Gibran menjadi anak haram konstitusi dan demokrasi. Kejahatan dinasti,” pungkas Rizal.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







