spot_img
spot_img
Selasa, September 22, 2026
BerandaNewsPengamat Kebijakan Publik Soroti Gaya Bicara Prabowo: Disebut Tumbuh dari Lingkungan Kasar...

Pengamat Kebijakan Publik Soroti Gaya Bicara Prabowo: Disebut Tumbuh dari Lingkungan Kasar dan Tidak Beretika

spot_img

Pengamat Kebijakan Publik Soroti Gaya Bicara Prabowo: Disebut Tumbuh dari Lingkungan Kasar dan Tidak Beretika

INDOVIEWNEWS.COM– Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyoroti gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya menggunakan sejumlah istilah keras ketika merespons pihak yang mengkritik atau berbeda pandangan dengan pemerintah.

Menurut Gigin, cara seseorang berbicara dapat menggambarkan lingkungan sosial tempat ia tumbuh dan terbiasa berinteraksi. Ia menilai penggunaan kata-kata seperti “goblok” maupun “antek” menunjukkan adanya lingkungan komunikasi yang kasar dan tidak menjunjung etika kesantunan.

“Cara bicara Prabowo menunjukkan bahwa dia dibesarkan dalam lingkungan yang kasar dan tidak beretika,” kata Gigin di akun X (Twitter), Selasa (22/9/2026).

Gigin mengatakan, pola komunikasi semacam itu tidak selalu berkaitan dengan latar belakang ekonomi seseorang. Menurutnya, lingkungan yang membentuk kebiasaan berbicara kasar juga dapat ditemukan di kalangan masyarakat kaya yang memiliki sikap congkak terhadap orang lain.

BACA JUGA :  Remunerasi Pegawai Rp3,8 Triliun pada 2025, CBA: Pengawasan OJK tak Becus dan Makan Gaji Buta

“Lingkungan seperti ini juga bisa terjadi di kalangan orang kaya yang congkak sehingga menganggap kata goblok, antek dan lain-lain sebagai hal biasa sejauh digunakan pada orang lain,” ujarnya.

Gigin menilai persoalan tersebut menjadi lebih penting ketika gaya komunikasi seorang pejabat publik dibawa ke ruang politik dan pemerintahan. Sebab, menurut dia, ucapan seorang presiden tidak hanya dipahami sebagai ekspresi pribadi, tetapi juga dapat menjadi perhatian masyarakat luas.

Dalam ruang publik, setiap pernyataan pejabat negara berpotensi membentuk persepsi mengenai bagaimana kritik dan perbedaan pendapat seharusnya diperlakukan. Karena itu, menurut Gigin, bahasa yang digunakan oleh pemimpin nasional menjadi bagian dari komunikasi politik yang turut memengaruhi hubungan antara pemerintah, masyarakat, dan kelompok yang berbeda pandangan.

BACA JUGA :  Pengamat Kebijakan Publik: Prabowo Bisa Bernasib Seperti Soeharto

Sorotan Gigin muncul ketika pernyataan Presiden Prabowo mengenai para pengkritik dan pakar menjadi perbincangan publik. Pernyataan tersebut memicu respons dari berbagai pihak, terutama terkait batas antara gaya komunikasi yang lugas dengan penggunaan istilah yang dianggap merendahkan.

Bagi Gigin, persoalannya bukan hanya mengenai pilihan satu atau dua kata. Ia melihat gaya bahasa tersebut sebagai bagian dari kebiasaan komunikasi yang perlu diperhatikan ketika digunakan oleh seorang kepala negara.

Menurutnya, seorang pemimpin memiliki ruang untuk menyampaikan kritik secara keras terhadap gagasan atau kebijakan tertentu. Namun, penggunaan istilah yang merendahkan orang lain dapat menimbulkan persoalan tersendiri dalam komunikasi publik.

Pernyataan mengenai gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto tersebut merupakan penilaian Gigin Praginanto yang disampaikan melalui akun media sosial X. Media ini membuka ruang bagi pihak-pihak yang disebut maupun terkait untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan.

BACA JUGA :  Pengamat Kebijakan: Pendemo Dibenturkan dengan Pendukung Penguasa, Pola Kolonial yang Terus Berulang

DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Andrianto Andri: Ada Masalah Besar di Balik Purbaya Dicopot, Fiskal dan TKD Jadi Sorotan
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img