Jokowi Sebut Ada Operasi Intelijen untuk Gibran, Islah Bahrawi: Modus Tipu-tipunya Tak Berubah
INDOVIEWNEWS.COM— Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Islah Bahrawi melontarkan kritik keras terhadap mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait tudingan adanya operasi intelijen untuk mendiskreditkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Islah menilai, tudingan tersebut mengingatkannya pada pola lama yang menurutnya digunakan untuk mengalihkan perhatian dari persoalan politik yang lebih mendasar. Ia mengaitkan polemik itu dengan proses pencalonan Gibran sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.
Dalam pernyataannya, Islah menuding Jokowi kerap mengarahkan tuduhan kepada pihak lain ketika menghadapi kritik. Ia juga menyinggung kontroversi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai syarat usia calon presiden dan wakil presiden yang membuka jalan bagi Gibran untuk maju pada Pilpres 2024.
“Modus tipu-tipunya gak pernah berubah,” demikian kritik Islah Bahrawi, Senin (18/10/2026).
Pencalonan Gibran pada Pilpres 2024 memang diwarnai kontroversi setelah MK mengeluarkan Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023. Putusan itu mengubah ketentuan batas usia minimal calon presiden dan wakil presiden dengan memberikan pengecualian bagi mereka yang pernah atau sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum, termasuk pemilihan kepala daerah.
Putusan tersebut menjadi sorotan karena Ketua MK saat itu, Anwar Usman, merupakan paman Gibran. Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) kemudian menyatakan Anwar Usman melakukan pelanggaran etik berat terkait penanganan perkara tersebut dan mencopotnya dari jabatan Ketua MK.
Rangkaian peristiwa itu memunculkan perdebatan luas mengenai etika kekuasaan, independensi lembaga peradilan, serta kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
Pernyataan Islah Bahrawi memperlihatkan bahwa isu Gibran masih menjadi sumber perdebatan politik, terutama ketika muncul tudingan mengenai operasi intelijen dan upaya mendiskreditkan tokoh politik.
Bagi Islah, sebagaimana tercermin dalam kritiknya, persoalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kontroversi yang mengiringi pencalonan Gibran pada 2023.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







