Guru Besar IPDN: Program MBG Cacat Seumur Hidup, Jadi Beban Pemerintahan Prabowo
INDOVIEWNEWS.COM— Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Ryaas Rasyid, melontarkan kritik tajam terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai program tersebut berpotensi meninggalkan beban panjang bagi negara, bahkan setelah pemerintahan Prabowo berakhir.
Pernyataan itu disampaikan Ryaas dalam perbincangan di kanal YouTube Forum Keadilan Madilog, Kamis (29/10/2026). Menurut dia, kebijakan MBG perlu dievaluasi secara mendasar, terutama dari sisi pengelolaan keuangan negara, ketepatan sasaran, dan efektivitas pelaksanaannya.
“Masalah yang akan ditinggalkan oleh Pak Prabowo akan lebih panjang daripada umurnya sendiri. Sudah pasti pemerintahan sekarang akan meninggalkan banyak beban. Ini terpikir apa tidak oleh Presiden?” kata Ryaas.
Dalam perbincangan bersama Darmawan Supriyossa, Ryaas juga menyoroti alasan Presiden Prabowo membentuk kabinet dengan jumlah anggota yang besar. Ketika Darmawan mengangkat istilah raison d’être, Ryaas mempertanyakan logika di balik pilihan politik dan tata kelola pemerintahan tersebut.
Ryaas menilai keputusan membentuk kabinet besar perlu dilihat dari perspektif efektivitas pemerintahan, bukan hanya jumlah orang yang berada di dalam lingkaran kekuasaan. Ia mengkritik pola pengelolaan pemerintahan yang menurut pandangannya lebih menonjolkan banyaknya orang di sekitar presiden daripada efisiensi kerja dan hasil kebijakan.
“Sebagai guru besar ilmu pemerintahan, saya langsung bisa menyimpulkan bahwa memang Pak Prabowo tidak mengerti pemerintahan,” ujar Ryaas.
Namun, kritik paling keras Ryaas diarahkan kepada program MBG. Ia menyebut program tersebut sebagai kebijakan yang akan meninggalkan catatan panjang dalam sejarah pengelolaan keuangan negara.
“MBG ini kalau menurut saya cacat seumur hidup. Sampai pemerintahan ini berhenti, MBG akan menjadi bahan studi yang menggambarkan betapa cerobohnya kita mengurus keuangan negara dan mengatasnamakan kepentingan rakyat,” kata Ryaas.
Bagi Ryaas, persoalan utama yang perlu diperiksa bukan semata-mata tujuan memberikan makanan bergizi kepada masyarakat, melainkan bagaimana negara merancang program, menentukan penerima manfaat, mengalokasikan anggaran, dan memastikan pelaksanaannya tepat sasaran.
Ia menawarkan pendekatan berbeda dalam penyaluran bantuan pangan bagi anak-anak yang membutuhkan. Menurut Ryaas, pemerintah dapat memanfaatkan aparat pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat untuk mengidentifikasi keluarga yang benar-benar membutuhkan dukungan.
“Kalau Anda mau memberi makan kepada rakyat, berikan kepada aparat yang paling dekat dengan rakyat. Itu urusan kecamatan karena di kecamatan bisa identifikasi siapa-siapa di antara murid yang berkekurangan. Datanya valid, bisa diverifikasi,” ujarnya.
Gagasan tersebut menekankan pentingnya pendataan penerima manfaat secara akurat dan dapat diperiksa. Dengan pendekatan berbasis kebutuhan, pemerintah dapat mengidentifikasi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan merancang bantuan berdasarkan kondisi sosial ekonomi mereka.
Di akhir perbincangan, Ryaas turut menyampaikan keraguannya terhadap optimisme pemerintah mengenai cita-cita Indonesia Emas. Ia menilai target besar pembangunan nasional harus disertai indikator kemajuan yang nyata, bukan berhenti pada slogan.
“Saya tidak pernah bicara mengenai Indonesia Emas. Saya alergi apa indikasi Indonesia Emas yang ada maksud. Tak ada tanda-tanda. Jangan-jangan Indonesia tembaga pun tidak dapat,” katanya.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







