spot_img
spot_img
Kamis, Agustus 27, 2026
BerandaNasionalHendrajit: Intelijen Nasional dan Intelijen Negara Punya Lingkup Berbeda

Hendrajit: Intelijen Nasional dan Intelijen Negara Punya Lingkup Berbeda

spot_img

Hendrajit: Intelijen Nasional dan Intelijen Negara Punya Lingkup Berbeda

INDOVIEWNEWS.COM Analis geopolitik sekaligus wartawan senior, Hendrajit, menyoroti pentingnya membedakan konsep intelijen nasional dan intelijen negara dalam menyongsong aksi 27 Agustus 2026.

Menurut Hendrajit, masih kerap terjadi kesalahpahaman dalam membedakan ruang lingkup kedua jenis intelijen tersebut. Ia menilai intelijen negara memiliki lingkup yang lebih terbatas dibandingkan intelijen nasional.

“Menyongsong Aksi 27 Agustus, sekalian saja ulas bedanya intelijen nasional dan intelijen negara. Intelijen negara lingkupnya sebenarnya terbatas, yaitu pertahanan-keamanan negara,” kata Hendrajit dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

Sementara itu, Hendrajit menjelaskan bahwa intelijen nasional memiliki cakupan yang lebih luas, meliputi berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Adapun intelijen nasional lingkupnya lebih luas, mencakup ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya,” ujarnya.

Ia mengatakan, perbedaan ruang lingkup tersebut kerap menimbulkan kesalahan dalam praktik penyelenggaraan intelijen. Salah satu yang disorotnya adalah penanganan intelijen ekonomi.

“Makanya sering salah kaprah dalam membedakan dua area itu. Intelijen ekonomi yang masuk lingkup intelijen nasional, malah ditangani intelijen negara yang sumber daya manusianya berpola pikir kayak militer dalam operasinya,” tegas Hendrajit.

Lebih lanjut, Hendrajit memaparkan bahwa sebuah negara-bangsa memiliki dua jenis teritori atau area, yakni fisik dan nonfisik. Menurut dia, kedaulatan fisik berkaitan dengan wilayah teritorial, sedangkan kedaulatan nonfisik mencakup berbagai aspek strategis kehidupan berbangsa.

“Negara bangsa punya dua jenis teritori atau area. Fisik dan nonfisik. Kedaulatan fisik adalah wilayah teritorial dan kedaulatan nonfisik adalah ideologi, politik-ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan,” jelasnya.

Atas dasar itu, kata Hendrajit, sasaran intelijen nasional tidak hanya berkaitan dengan ancaman fisik, melainkan juga mencakup kondisi geografis, demografis atau kependudukan, hingga kondisi sosial masyarakat.

“Dengan demikian intelijen nasional sasarannya meliputi geografis, demografis/kependudukan, dan kondisi sosial. Sehingga lingkupnya menjadi negara-bangsa atau nation state,” katanya.

Ia membedakan hal tersebut dengan lingkup intelijen militer yang, menurutnya, lebih berorientasi pada pengamanan dan perlindungan negara terhadap ancaman atau serangan musuh secara fisik.

“Bukan cuma negara yang berada dalam lingkup intelijen militer untuk pengamanan dan perlindungan negara terhadap serangan musuh secara fisik,” ujar Hendrajit.

Hendrajit menambahkan, persoalan dalam memahami dan menjabarkan perbedaan antara intelijen negara dan intelijen nasional bahkan dapat memunculkan perbedaan pandangan di antara sesama penyelenggara negara.

“Justru dalam menjabarkan pembedaan antara intelijen negara dan intelijen nasional kerap terjadi silang sengketa di antara sesama penyelenggara negara itu sendiri,” pungkasnya.

spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img