Rocky Gerung di Wantimpres: Antara Kritik dan Kewajiban, Sebuah Refleksi
Oleh: Kurtubi
Tokoh Masyarakat Tangerang
Pengangkatan seorang tokoh masyarakat dan akademisi seperti Rocky Gerung ke dalam keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) memicu beragam tanggapan di kalangan masyarakat. Selama ini dikenal sebagai sosok yang vokal menyampaikan pandangannya tentang berbagai persoalan bangsa, banyak yang kemudian bertanya: apakah langkah ini sejalan dengan prinsip-prinsip yang selama ini disampaikannya? pertanyaan tersebut bisa direnungkan dari sudut pandang yang tenang, terbuka, dan menghargai keragaman pandangan.
Makna Sikap Kritis yang Selama Ini Dikenal
Banyak yang mengenal gaya penyampaian Rocky Gerung yang lugas dan berani menyampaikan ketidakpuasannya atas berbagai kebijakan atau fenomena sosial di masyarakat. Bagi sebagian orang, gaya ini penting untuk menjaga agar pengelolaan negara tetap dalam koridor kepentingan rakyat. Sikap menyampaikan pandangan yang berbeda, mengingatkan, dan mengkritisi jalannya pemerintahan adalah hal yang sah dalam sistem demokrasi, selama disampaikan dengan cara yang elegan, berdasar fakta, dan tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
Dua Sisi Pengabdian
Pengangkatan ke dalam Wantimpres membawa konteks yang berbeda. Sebagai lembaga resmi negara, Wantimpres memiliki peran memberikan masukan dan pertimbangan kepada Presiden sesuai dengan kedudukannya yang diatur dalam hukum negara. Berada di dalam sebuah lembaga resmi tentunya menuntut pemahaman terhadap aturan main, etika kelembagaan, dan tanggung jawab yang menyertai jabatan tersebut.
Ada yang memandang positif kehadirannya: bahwa suara kritis justru diperlukan di ruang pengambilan keputusan, agar kebijakan yang disusun senantiasa mempertimbangkan beragam perspektif, termasuk yang selama ini jarang terdengar. Di sisi lain, ada pula yang menyampaikan kekhawatiran: apakah seseorang yang terbiasa menyampaikan pandangan secara terbuka akan tetap dapat melakukannya dengan leluasa ketika terikat pada kedinasan dan aturan kelembagaan? Kedua pandangan ini sama-sama layak untuk dikemukakan dan dibicarakan secara dewasa.
Konsistensi Bukan Berarti Tempat yang Sama
Konsistensi pandangan seseorang tidak harus diukur dari tempat ia berdiri, melainkan dari nilai-nilai yang dipegangnya dalam menjalankan peran apa pun. Jika di dalam Wantimpres ia tetap menjaga kejujuran berpikir, keberanian menyampaikan masukan yang benar, dan kepedulian terhadap kepentingan rakyat luas, maka kehadirannya justru bisa menjadi jembatan yang berharga antara aspirasi masyarakat dan kebijakan negara. Sebaliknya, tantangan terbesarnya adalah bagaimana tetap teguh pada nilai-nilai tersebut di tengah lingkungan yang memiliki dinamika dan tata cara tersendiri.
Pengangkatan Rocky Gerung ke Wantimpres adalah fakta yang sudah terjadi. Penilaian terhadap kesesuaiannya dengan pandangan yang selama ini disampaikan memerlukan waktu untuk melihat bagaimana ia menjalankan amanah tersebut. Masyarakat berhak untuk terus mengamati, menyampaikan harapan, dan memberikan masukan yang membangun. Semoga kehadirannya dapat membawa manfaat bagi bangsa dan negara, serta memperkuat kualitas kebijakan yang berpihak pada keadilan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
“Demokrasi yang sehat tumbuh ketika kita saling mengingatkan dengan niat baik, bukan saling menghakimi dengan prasangka.”
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.






