spot_img
spot_img
Jumat, Oktober 9, 2026
BerandaNewsHukumAmbulans Kemanusiaan Digeledah Aparat Saat Kawal Aksi BEM UI, Ketua SBSI 92:...

Ambulans Kemanusiaan Digeledah Aparat Saat Kawal Aksi BEM UI, Ketua SBSI 92: Negara Jangan Parno pada Solidaritas Buruh!

spot_img

​JAKARTA, Indoviewnews.com — Nuansa intimidasi terhadap gerakan rakyat kembali mencuat di jalanan ibu kota. Kali ini, tindakan kontroversial dilakukan oleh sejumlah oknum yang mengaku aparat kepolisian saat menyetop, memeriksa, hingga menggeledah mobil ambulans serta barang pribadi milik Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 92 (SBSI 92), Sunarti. Insiden mencurigakan ini terjadi di sela-sela aksi demonstrasi kawan-kawan BEM UI di kawasan depan Gedung UOB, Selasa (18/8/2026).

​Alih-alih difungsikan sebagai pengayom yang melindungi ruang-ruang kemanusiaan, aparat justru menunjukkan sikap parno (parno/ketakutan berlebihan) terhadap kehadiran armada medis buruh. Padahal, keberadaan ambulans tersebut murni untuk menjalankan mandat solidaritas—berjaga-jaga memberikan pertolongan darurat bagi siapa pun yang membutuhkan di tengah memanasnya situasi aksi.

​”Saya heran, kenapa sampai ambulans diperiksa dan tas pribadi saya juga ikut digeledah separah itu? Padahal kami datang murni untuk misi kemanusiaan, standby kalau ada kawan-kawan yang butuh pertolongan darurat. Ada apa sebenarnya di balik tindakan ini?” tegas Sunarti dengan nada geram, Rabu (19/8/2026).

BACA JUGA :  Kapolri Resmikan Kantor Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia

​Sunarti juga membongkar kepalsuan narasi yang mungkin dibangun untuk membenarkan penggeledahan tersebut. Ia memastikan posisi armada tidak pernah berada di tengah kerumunan massa aksi yang berpotensi memicu gesekan fisik.

​”Ambulans itu setiap hari beroperasi secara mobile. Posisi kami juga sangat jelas, bukan di tengah massa. Kami berada di seberang jalan dekat Stasiun Sudirman, sementara titik aksi massa ada di depan Gedung UOB,” paparnya.

​Sebagai pimpinan serikat buruh, Sunarti mengecam keras standar pengamanan aparat yang kerap represif dan kehilangan nalar kemanusiaannya. Ia mengingatkan bahwa mobil ambulans dan tenaga medis memiliki imunitas moral dalam hukum maupun etika aksi damai, yang seharusnya dihormati, bukan malah dikriminalisasi atau dicurigai secara berlebihan.

BACA JUGA :  Aktivis Nelayan Banten: Aguan Jaga Wajah Jokowi di IKN dengan Dugaan Tukar Guling di Proyek PIK 2 

​”Kami sangat paham arti pengamanan. Tapi kalau ambulans kemanusiaan saja diperlakukan seperti barang selundupan, ini patut dipertanyakan. Siapa sebenarnya yang memberikan komando di balik tindakan represif ini? Apakah aparat sedang berusaha menebar teror psikologis terhadap gerakan rakyat?” pungkas Sunarti tajam.

​Langkah penggeledahan sepihak ini dipandang sebagai alarm darurat bagi kebebasan sipil dan hak menyampaikan pendapat di muka umum. Gerakan buruh menegaskan tidak akan gentar menghadapi intimidasi, serta mendesak pihak kepolisian untuk menghentikan cara-cara kotor yang mencederai demokrasi.(red).


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Ancam Demokrasi dan Bangkitkan Pola Orba, DPD GMNI Jakarta Desak Pemerintah Bubarkan Ormas GRIB
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img