spot_img
spot_img
Kamis, Oktober 29, 2026
BerandaNewsSurat Terbuka Dinilai Tak Efektif Tanpa Aksi Nyata, Sutoyo Abadi Desak Gerakan...

Surat Terbuka Dinilai Tak Efektif Tanpa Aksi Nyata, Sutoyo Abadi Desak Gerakan Terbuka Kawal Kekuasaan

spot_img

Surat Terbuka Dinilai Tak Efektif Tanpa Aksi Nyata, Sutoyo Abadi Desak Gerakan Terbuka Kawal Kekuasaan

INDOVIEWNEWS.COM– Koordinator Kajian Politik Merah Putih, Sutoyo Abadi, menilai budaya protes melalui surat terbuka di Indonesia sudah kehilangan taringnya jika tidak dilanjutkan dengan gerakan konkret yang terorganisasi.

Menurut Sutoyo, surat terbuka selama ini hanya berhenti pada level simbolisme dan kerap diabaikan penguasa karena tidak memiliki tindak lanjut yang terukur.

“Surat terbuka menjadi tumpul dan impoten apabila mati tepat setelah diterbitkan, tanpa tuntutan konkret, tanpa penanggung jawab isu, serta tanpa mekanisme pengawasan untuk menilai apakah tuntutan tersebut direspons atau sekadar masuk keranjang sampah,” kata Sutoyo dalam rilisnya, Rabu (21/10/2026).

Sutoyo menegaskan, surat terbuka tetap penting sebagai manifestasi keberanian moral. Surat terbuka berfungsi membangun narasi publik, memantik kesadaran kolektif, dan memberi penanda adanya kebuntuan yang harus diurai.

BACA JUGA :  Ekonom UI Bongkar Soal Dividen BUMN, Singgung Purbaya Dipecat “On the Spot”

Namun, ia menilai kekuatan surat terbuka berhenti di sana. Jika tidak dilanjutkan aksi nyata, surat terbuka hanya akan menjadi macan kertas.

“Oleh karena itu, kekuatan moral tersebut harus diimbangi dengan gerakan serangan terbuka. Tekanan opini publik perlu ditransformasikan menjadi aksi strategis, advokasi kebijakan yang ketat, pengawasan anggaran secara partisipatif, gerakan litigasi publik, investigasi berbasis data, mobilisasi warga, hingga konsolidasi tekanan elektoral,” ujarnya.

Ia juga menyebut, perubahan sistemik yang nyata selalu menuntut tindakan kolektif yang terorganisasi, terukur, dan berkelanjutan. Perubahan tidak lahir dari retorika, melainkan dari keterlibatan aktif masyarakat dan pengawalan tuntutan hingga membuahkan hasil.

Dalam konteks penataan ulang bernegara saat ini, Sutoyo menilai kondisi Indonesia sudah gawat darurat jika hanya direspons dengan tumpukan surat terbuka, pernyataan sikap, dan petisi. Menurutnya, pergerakan akan mati suri tanpa aksi terbuka yang berbatas waktu jelas dan konsisten menagih akuntabilitas kekuasaan.

BACA JUGA :  Sutoyo Abadi: MK Harus Lanjutkan Sidang untuk Uji Syarat Pendidikan Gibran

Ia mengutip gagasan almarhum Suripto, tokoh senior intelijen Indonesia, tentang pentingnya keberanian yang lebih radikal ketika penyelewengan dan pengkhianatan terhadap kedaulatan negara sudah mencapai taraf akut.

“Ketika penyelewengan dan pengkhianatan terhadap kedaulatan negara sudah mencapai taraf akut, serta ketika penyelenggara negara tak lagi berdaya krisis terjadi, prosedur konstitusional yang normatif kerap menemui jalan buntu,” kata Sutoyo.

Sutoyo menekankan, Indonesia tidak hanya membutuhkan parade surat terbuka, melainkan gerakan terbuka yang terukur, berani, dan konsisten agar kembali pada tujuan negara sesuai Pembukaan UUD 1945.


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Pengamat: Pertemuan 800 Pati TNI-Polri di Istana Perkuat Konsolidasi Prabowo
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img