spot_img
spot_img
Minggu, Agustus 16, 2026
BerandaOpini Tektok Bukan Berarti 'Main-Main': Stop Bikin Konten di Gunung Kalau Belum...

[Suara Redaksi] Tektok Bukan Berarti ‘Main-Main’: Stop Bikin Konten di Gunung Kalau Belum Siap Mental & Fisik

spot_img

JAKARTA, indoviewnews.com/POV: Kamu ngerasa pendakian tektok itu keren dan praktis, sampai akhirnya kamu bener-bener “tepar” di jalur pendakian dan harus digendong petugas turun.

​Baru saja viral video evakuasi delapan pendaki wanita muda di Gunung Gede pada Senin (13/7/2026). Bukannya jadi momen healing yang estetik, pendakian mereka malah berakhir jadi alarm keras buat kita semua. Bagaimana tidak? Rombongan ini nekat melakukan pendakian tektok—naik-turun dalam sehari—tanpa carrier, logistik seadanya, dan yang paling parah: tanpa persiapan fisik yang matang.

It’s Not Just About the Content

​Kita semua tahu, hiking lagi hype banget belakangan ini. Tapi, ada tren yang mulai toxic di kalangan pendaki muda: menganggap gunung sebagai studio foto berjalan. Banyak yang terlalu fokus memikirkan outfit dan angle foto, sampai lupa kalau gunung itu punya hukum alamnya sendiri yang nggak kenal kompromi sama followers atau likes.

​Pendakian tektok itu bukan shortcut buat flexing di media sosial. Tektok adalah disiplin ilmu yang menuntut stamina ekstra dan manajemen energi yang presisi. Saat kamu tektok, kamu nggak punya cadangan tenaga dari tenda atau logistik yang cukup kalau sewaktu-waktu kondisi fisik drop. Jadi, kalau kamu cuma modal “bawa badan” dan tas kecil, itu bukan minimalist, itu namanya nekat yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Real Talk: Tanggung Jawab Itu Nomor Satu

​Melihat petugas harus menggendong pendaki turun karena kelelahan ekstrem itu bukan tontonan yang patut ditiru. Itu adalah bukti nyata kalau ego seringkali lebih tinggi daripada kemampuan diri.

Dear teman-teman pendaki, yuk mulai belajar buat lebih mindful sebelum mendaki:

  1. Puncak itu Bonus, Bukan Target Utama: Kalau badan udah nggak kuat, it’s okay to turn back. Nggak perlu memaksakan diri cuma demi bisa posting foto di puncak.
  2. Safety is Not Optional: Perlengkapan darurat itu bukan beban, tapi lifesaver. Jangan pernah menyepelekan jalur pendakian, sependek atau sefamiliar apa pun itu.
  3. Hormati Gunung, Hormati Petugas: Hiking itu tentang kemandirian. Jangan jadi beban buat petugas di lapangan yang juga punya keluarga dan risiko kerja.
  4. Pulang dengan Selamat adalah Misi: Tujuan akhir dari setiap petualangan adalah kembali ke rumah dalam keadaan sehat untuk merencanakan petualangan berikutnya.

​Gunung akan tetap ada di sana ribuan tahun ke depan. Jangan sampai ambisi konten kamu malah jadi tragedi yang mematikan vibes pendakian kamu sendiri—atau lebih parah, mencelakai orang lain.

​Jadilah pendaki yang smart, bukan cuma sekadar hype. Karena di dunia pendakian, yang paling keren bukanlah siapa yang sampai di puncak paling cepat, tapi siapa yang paling tahu kapan harus berhenti dan pulang dengan selamat.(Jm)

Stay safe, stay humble, and keep the mountains clean!

spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img