spot_img
spot_img
Senin, Oktober 5, 2026
BerandaOpiniMenanti Meringkuknya Jokowi dalam Penjara

Menanti Meringkuknya Jokowi dalam Penjara

spot_img

Menanti Meringkuknya Jokowi dalam Penjara

Oleh: Saiful Huda Ems

Tanda-tanda bersatunya kekuatan Ibu Megawati Soekarnoputri dengan Pak Prabowo Subianto serta Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu sudah sangat nyata sekali. Beberapa hari yang lalu Pak Prabowo kembali mengunjungi Ibu Megawati, di hari selanjutnya Pak SBY memberikan pernyataan secara terbuka melalui sebuah wawancara dengan sebuah media, bahwa menurut Pak SBY, Ibu Megawati itu orang baik dan tidak pernah mau mengganggu Pak SBY, keluarganya dan partainya.

Apa makna dari semua itu? Pertama, kunjungan Pak Prabowo ke rumah Ibu Megawati ini seperti sebuah pemberitahuan pada rakyatnya, bahwa Presiden Prabowo sekarang ini lebih mempercayai Ibu Megawati daripada Jokowi. Ini terjadi karena mungkin saja Pak Prabowo sudah melihat dan merasakan, bahwa Jokowi itu sudah tidak lagi berkuasa namun masih sangat banyak tingkah polanya. Baru mempunyai partai politik gurem saja, tapi lagaknya sudah seperti menjadi pemimpin partai politik besar. Suka keluyuran kemana-mana dan ingin diangkat sebagai raja dimana-mana.

Dia dan anaknya diduga tidak mempunyai ijazah, tapi kalau ditanya jawabannya selalu mbulet, bertele-tele dengan berbagai alasan yang kalau diukur panjangnya bisa-bisa mulai dari Solo sampai Paris tidak bakalan selesai-selesai. Melewati proses hukum bertahun-tahun dan mengorbankan para pendukungnya Pak Prabowo sendiri. Ini bikin gaduh dan ribut negara terus menerus, hingga menjadikan seluruh energi anak bangsa terkuras untuk memperdebatkan soal ijazah ini. Padahal solusinya sangat sepele, tinggal tunjukkan saja ijazahnya, baik ijazah bapak atau anaknya, maka persoalan akan beres, tetapi kenyataannya kan tidak demikian?.

BACA JUGA :  WACANA PEMBENTUKAN KODAM BANTEN TAHUN 2027 : ANTARA KEBUTUHAN STRATEGIS DAN TANTANGAN REALISTIS

Jokowi mungkin juga telah dianggap oleh Presiden Prabowo telah banyak ikut campur dalam urusan menejemen pemerintahan, terlalu banyak memasang orang-orang kepercayaannya di kabinet dan di lembaga-lembaga/institusi negara. Ini yang membuat presiden Prabowo tidak bisa leluasa bergerak, apalagi beberapa menterinya seringkali harus ke Solo dahulu untuk berkonsultasi pada Jokowi. Dimana harga diri Presiden Prabowo?! Karena itu awal Oktober 2026 ini kemarin, Presiden Prabowo mulai bersih-bersih. Orang-orang Jokowi banyak yang dibuang atau setidaknya dibuat tidak berdaya dengan posisi barunya. Bagi orang yang sangat mengerti politik, hal itu sangat nyata, namun bagi pendukung buta Jokowi hal semacam itu malah akan dianggap sebaliknya.

Kedua, pernyataan terbuka Pak SBY yang mengatakan Ibu Megawati itu orang baik dan tidak pernah mau mengganggu dirinya, keluarganya dan partainya, itu selain merupakan sebuah kiriman pesan kuat Pak SBY kepada Ibu Megawati yang ingin dijadikan teman taktisnya, juga merupakan sindiran yang sangat keras dari Pak SBY pada Jokowi, bahwa Ibu Megawati itu bukan seperti Jokowi yang suka berbuat jahat dan selalu mengganggu Pak SBY, keluarganya dan partainya.

BACA JUGA :  Bhinneka Tunggal Ika: Antara Filosofi Persatuan dan Tantangan Tata Kelola Negara

Dari kedua hal itu, sebenarnya kita sudah mulai dapat menarik benang merah dan kesimpulannya, yakni Ibu Megawati Soekarnoputri yang merupakan Ketua Umum dari partai politik terbesar dan pemenang di Pemilu 3x berturut-turut ini (PDIP), sudah menyatu dengan kekuatan Pak Prabowo Subianto, Presiden RI ke 8 dan Pak SBY yang partainya pernah mau diambil alih oleh Jokowi.

Jika hal itu yang terjadi, maka itu merupakan sebuah pertanda besar, bahwa sebentar lagi Jokowi akan masuk bui atau kabur ke luar negeri. Partai guremnya akan dikepung oleh partai-partai raksasa, pencalonan anaknya untuk jadi Capres 2029 akan batal, terganjal oleh persoalan ijazah yang tamat SMA pun tidak.

Jokowi akan merana sendirian dan teringat pada harimaunya yang dahulu selalu mengaum untuk memberinya pertolongan. Namun apa mau dikata, HARIMAU JOKOWI itu sudah terluka parah hatinya, ia sama sekali tidak akan mau bergerak untuk menolongnya, karena teringat penghianatan Jokowi padanya. Bahkan yang ada malahan HARIMAU JOKOWI sudah bersiap-siap untuk menerkamnya, sampai Jokowi menangis darah di penjara. Lihat saja saat waktunya tiba !…(SHE).

BACA JUGA :  EMPAT PRINSIP HIDUP MENUJU HIDUP BAHAGIA DUNIA AKHIRAT

5 Oktober 2026.

Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan Mantan Ketum HARIMAU JOKOWI yang terluka.


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Jejak Langkah di Garis Takdir: Ketika Kompas Ilahi Mengubah Arah
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img