Budayawan: Dosa Besar Purbaya tidak Menjilat Prabowo
INDOVIEWNEWS.COM— Budayawan Mohamad Sobary melontarkan kritik sekaligus sindiran terhadap mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurut Sobary, Purbaya justru memiliki “dosa besar” karena tidak memilih menjilat Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan Sobary di podcast Forum Keadilan Madilog, Ahad (27/9/2026).
“Purbaya kan punya dosa besar. Dosa besar dia itu tidak menjilat. Kepada siapa? Kepada siapa lagi kalau bukan Prabowo,” kata Sobary.
Menurut Sobary, jika Purbaya memilih menjilat Prabowo, sebenarnya peluang untuk melakukan hal tersebut sangat terbuka. Namun, Purbaya dinilai memilih menjalankan tugas berdasarkan tanggung jawabnya sebagai menteri.
“Kalau dia menjilat Prabowo, kesempatannya sangat banyak. You tidak salah, Bung Menteri. You itu sudah jalan on the right track,” ujarnya.
Sobary bahkan menilai posisi Purbaya tidak menjadi menteri bukan sebuah musibah. Sebaliknya, ia menyebutnya sebagai sebuah “anugerah kehidupan” karena Purbaya dinilai terbebas dari praktik penjilatan kepada kekuasaan.
“Bung Purbaya bukan mendapat musibah. Bukan. Mendapat anugerah kehidupan agung, dibebaskan dari kaitan dengan omong kosong-omong kosong penjilatan-penjilatan,” katanya.
Lebih jauh, Sobary menggambarkan Purbaya sebagai sosok yang menjadi corong bagi kepentingan tertentu serta menjalankan penugasan yang diberikan kepadanya.
“Bung Purbaya itu menjadi corong dari kepentingan-kepentingan dan dari penugasan-penugasan spesifik penting. Mungkin ada yang dirahasiakan, itu penugasan Prabowo,” ujar Sobary.
Namun, menurut Sobary, loyalitas Purbaya kepada Presiden Prabowo tidak semestinya dimaknai sebagai sikap yang hanya berorientasi untuk menyenangkan atasan.
“Beliau ngomong ini itu karena memang ditugaskan ngomong begitu. Beliau menjadi demikian loyal. Tapi loyal di sini tidak bisa diartikan beliau hanya melakukan tindakan asal bapak senang,” tuturnya.
Sobary menegaskan, kepatuhan seorang menteri terhadap perintah presiden seharusnya dibedakan dari tindakan yang semata-mata bertujuan menyenangkan pemimpin.
“Loyal di sini bukan untuk menyenangkan presiden. Tindakan beliau menaati perintah-perintah presiden itu bukan untuk menyenangkan presiden,” katanya.
Ia kemudian menyinggung dinamika yang pernah muncul terkait persoalan utang dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Menurut Sobary, dalam dinamika tersebut sempat muncul ketegangan antara Purbaya dan sejumlah pihak.
“Dari awal ketika utang Solo itu mengemuka dan orang-orang yang terlibat dalam itu kelihatannya Pak Luhut tidak begitu berkenan dan pernah kita dengar memarahi Purbaya. Purbaya kenapa, macam-macam kayak begitu,” ujar Sobary.
Menurut dia, Purbaya tidak serta-merta tunduk terhadap berbagai tekanan maupun pandangan yang berkembang. Sebaliknya, Purbaya dinilai tetap berpegang pada kewenangannya sebagai menteri.
“Justru Bung Purbaya tidak tunduk pada omongan-omongan macam itu, justru melawan. Aku sebagai menteri, aku tahu apa yang harus kulakukan,” kata Sobary.
Sobary juga menyinggung reaksi sejumlah pihak di lingkungan Kementerian Keuangan, termasuk mereka yang berada di sektor pajak maupun Bea dan Cukai, setelah Purbaya dilengserkan.
Ia menggambarkan adanya pihak-pihak yang mungkin merasa lega dengan kondisi tersebut.
“Sekarang dilihat dari beberapa orang di Departemen Keuangan, pajak maupun Bea Cukai, mereka dekat lega. ‘Merdeka kita. Merdeka kita. Mampus Purbaya’,” ujar Sobary.
Namun, Sobary mengingatkan agar pihak-pihak tersebut tidak terburu-buru merayakan keadaan.
“Tunggu dulu. Bohong. Ojo gumuyu. Ojo girang-girang gumuyu. Jangan senang-senang,” tegasnya.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







