spot_img
spot_img
Rabu, Oktober 7, 2026
BerandaOpiniMengapa Prabowo Menjauhi Jokowi?

Mengapa Prabowo Menjauhi Jokowi?

spot_img

Ngopi Sewarung

Mengapa Prabowo Menjauhi Jokowi?

Jika benar apa yang sekarang tengah viral mengenai sikap Presiden Prabowo yang disebut-sebut mulai menjauhi Jokowi, tentu kita patut prihatin. Sebab, jika itu terjadi bisa menjadi preseden yang kurang baik bagi perjalanan bangsa ke depan.

Kemungkinan Presiden Prabowo mulai menjauh dari Jokowi setidaknya dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Pertama, faktor pribadi Presiden Prabowo sendiri. Sejak awal, Prabowo terlihat tidak ingin menjadi bayang-bayang Jokowi. Sikap ini kemudian tampak semakin kuat, bahkan  mengalahkan semangat awal pemerintahannya untuk melakukan efisiensi dan  melanjutkan pembangunan yang telah dijalankan oleh pemerintahan sebelumnya. Padahal, komitmen untuk melanjutkan pembangunan merupakan salah satu janji penting ketika Prabowo maju sebagai calon presiden.

Kedua, faktor ulah kelompok-kelompok yang selama ini berseberangan dengan Jokowi. Di antaranya partai politik tertentu dan kelompok agama garis keras. Keduanya berusaha masuk ke lingkaran kekuasaan serta mempengaruhi kebijakan istana. Bahkan, sebagian di antaranya  berhasil menempati posisi-posisi penting.

BACA JUGA :  Jebakan Ijazah dan Kebisingan Para Elite

Tujuannya untuk memecah kekuatan politik Prabowo dari dalam, antara lain dengan membuat presiden semakin jauh dari pengaruh poros kekuatan politik Solo yang semula menjadi  akar kekuatan moral dan spiritual politik pemerintahan Prabowo. .

Ketiga, faktor kepentingan pihak asing yang ingin menguasai sumber daya alam Indonesia dan tidak menghendaki perjalanan bangsa ini berjalan baik. Mereka berusaha jangan sampai cita-cita Indonesia Emas 2045 berhasil. Dibuat   berantakan di tengah jalan  sebelum mencapai tujuan.

Pola yang dipakai persis sama seperti yang dilakukan di negara -negara Timur Tengah: menyebarkan ujaran kebencian, memproduksi hoaks, menyebarkan fitnah, serta mengadu domba masyarakat melalui strategi proxy dan praktik politik tanpa kebenaran (post-truth politics).

BACA JUGA :  Rocky Gerung Bukan Filsuf

Sebisa mungkin, faktor-faktor yang membuat Prabowo kuat dari  dalam berusaha dilemahkan,  Salah satunya dapat dilihat dari terus bergulirnya polemik mengenai ijazah Jokowi dan Gibran. Sejumlah partai politik dan figur politik yang haus kekuasaan  ikut membonceng isu tersebut, meski sebagian memilih bergerak di belakang layar.

Di Timur Tengah pola semacam ini pernah menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kehancuran sebuah negara. Kita bisa mengingat bagaimana Muammar Qaddafi, pemimpin Libya, akhirnya tewas di tangan rakyatnya sendiri yang  sebelumnya mendukung dan mencintai Qaddafi

Presiden Prabowo pun terkesan mulai terbawa arus oleh pengaruh ketiga faktor di atas. Di permukaan, mulai terlihat adanya jarak antara Prabowo dan Jokowi—sosok yang mengantarkan Prabowo hingga akhirnya terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.

Meski begitu, kita masih perlu bertanya:  jika benar jarak itu semakin melebar apakah ini murni pilihan politik Prabowo, atau ada kekuatan lain yang sedang memainkan papan catur kekuasaan dari balik layar?

BACA JUGA :  Mengapa Presiden Prabowo Diam?

Get the feeling
Mr. Ten


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Matahari Itu Mulai Tenggelam
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img