spot_img
spot_img
Kamis, Oktober 29, 2026
BerandaOpiniJOKOWI  & GIBRAN HARUS SEGERA MEMILIH DARI 3 PILIHAN INI

JOKOWI  & GIBRAN HARUS SEGERA MEMILIH DARI 3 PILIHAN INI

spot_img

JOKOWI  & GIBRAN HARUS SEGERA MEMILIH DARI 3 PILIHAN INI
           
             Memet Hakim
Pengamat Sosial, Wanhat APIB & APP TNI

Semakin hari semakin seru perbincangan tentang ijazah palsu Jokowi dan ijazah Gibran ini. Walau ijazah SMA dan sarjana Jokowi belum dibuktikan secara hukum di pengadilan, tetapi publik secara umum sudah menganggap ijazah Jokowi itu palsu. Berbeda dengan Gibran ijazahnya terbukti tidak pernah ada dan dibahas dan diputuskan oleh Mahkamah konsitusi pada tanggal 6 Oktober   20026.

Alangkah busuknya keluarga ini, dimana bapak dan anak telah membohongi 280 rakyat Indonesia, menggunakan dokumen untuk menjabat sebagai presiden dan wakil presiden. Sungguh ini perbuatan diluar nalar yang sangat jahat. Jokowi dan Gibran tidaklah mungkin mempersiapkan dokumen ini sendirian, tentu ada pihak-pihak yang menyiapkannya dan mendanainya. Sungguh ini suatu konspirasi jahat untuk melemahkan negara Indonesia. Kelak harus ada tim pemburu para pelaku yang mendukung perbuatan pidana ini.

Apalagi ditenggarai bahwa Jokowi adalah seorang keturunan anggota PKI yang masih loyal pada ideologinya di buktikan dengan perilakuknya dan keluarnya Keppres no 17 no 22 ttg Pemilihan hak-hak korban dari berbagai peristiwa pelanggaran HAM berat dimasa lalu termasuk korban peristiwa 1965.

BACA JUGA :  Sel Mewah di Lapas: Saatnya Negara Memperbaiki Sistem Pengawasan

Jokowi juga telah menghinakan dan merendahkan martabat dirinya dan keluarganya dengan kasus ini, membawa keluarganya ke arah yang tidak jelas. Dugaan korupsi pada setiap PSN juga telah terbukti dari sedikitnya 5 menteri dan 1 Direktur Utama BUMN, telah digunakan sebagai sumber dana untuk memperkuat barisan loyalis Jokowi.

Angin politik sudah berubah, loyalis Jokowi yang sering disebut termul dan geng Solo ini sudah semakin tidak berpengaruh lagi. Polisi yang selama ini dianggap pasang badan buat Jokowi, sekarang tidak lagi, para menteri yang selama ini menginduk ke Solo sudah mulai berubah haluan. Jokowi semakin ditinggalkan pengikutnya, walau masih ada loyalisnya di kabinet atau di pemerintahan sudah mulai tidak bergigi.

Upaya menjatuhkan Prabowo sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun pertama Prabowo menjadi presiden, di akhir tahun kedua Prabowo mulai menarik batas pengaruh geng Solo. Dukungan para dukun juga diperkirakan tidak sekuat beberapa tahun yang lalu, percaya atau tidak memang hal ini masih ada di dunia modern seperti sekarang.

Setidaknya ada 3 pilihan buat Jokowi & keluarganya yakni pilihan pertama : Paling terhormat buat Jokowi dan anaknya ini, mundur dari dunia politik, minta maaf secara terbuka dan tidak mengganggu lagi kegiatan Prabowo. Tindakan ini akan mengamankan Jokowi dan keluarganya. Harta yang dikuasainya telah begitu banyak cukup untuk hidup 7 turunan, seandainya diadili hukumannya menjadi ringan.

BACA JUGA :  Memet Hakim: Jika Gibran Didiskualifikasi, Prabowo Tak Perlu Cari Wapres Baru

Pilihan kedua adalah tetap ngotot ingin menjadikan Gibran jadi presiden dengan segala cara serta mengerahkan seluruh kekuatan politk dan finansial. Tindakan ini tidak akan berhasil, karena opini rakyat sudah terbentuk dan tidak percaya lagi pada Jokowi, kecuali termul bersama geng Solonya. Pilihan ini akan berakibat sangat pahit, jika diadili hukumannya sangat berat bahkan keduanya dapat dihukum mati.

Pilihan ke3 : Lari ke luar negeri seperti Cina, Australia atau Singapura dan mencari perlindungan negara tersebut. Pilihan ini merupakan pilihan pengecut, tetapi paling aman. Apalagi anak-anak Jokowi pernah sekolah dan bermukim disana.

Tentu Jokowi memiliki penasihat politik yang pintar dan kuat serta dukungan spritual para dukun yang masih berharap kucuran duitnya masih menginginkan aliran dana yang tidak terputus. Hal ini sangat wajar, tinggal bagaimana pilihan Jokowi saja. Jika waras tentu akan menyelamatkan keluarganya terlebih dahulu, jika takut pada pada pendukungnya tentu tidak akan peduli pada keluarganya. Jokowi harusnya berhitung lebih cermat untuk melawan Prabowo yang sedang berkuasa dan memiliki banyak sumberdaya, Jokowi saat ini sudah lemah tinggal dananya yang masih kuat, rakyat banyak sudah tidak lagi menghargai Jokowi dan keluarga.

BACA JUGA :  Ekonomi Indonesia Lesu, Rakyat Dipaksa Bertahan Hidup

Teori Sun Tzu cocok digunakan untuk menganalisa kelemahan dan kekuatan, Jokowi dan Gibran tinggal berpikir keras supaya selamat dari kemarahan rakyat.

Bandung, 28 Oktoer 2026


DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Sel Mewah di Lapas: Saatnya Negara Memperbaiki Sistem Pengawasan
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img