Aktivis 98: Rezim Prabowo Lebih Mengenyangkan Perut Gerombolannya daripada Rakyat
INDOVIEWNEWS.COM— Aktivis 1998, Jayadi Santoso, melontarkan kritik keras terhadap arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai pemerintah lebih mengutamakan kepentingan kelompok yang dekat dengan kekuasaan dibandingkan memenuhi kebutuhan masyarakat luas, terutama di tengah kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.
“Rezim Prabowo lebih mengenyangkan perut gerombolannya daripada rakyat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghabiskan anggaran besar, tetapi manfaat dan pengelolaannya harus benar-benar diawasi agar tidak lebih banyak dinikmati elite yang dekat dengan kekuasaan,” kata Jayadi Santoso kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).
Menurut Jayadi, besarnya anggaran MBG semestinya diikuti dengan transparansi, pemerataan manfaat, dan pengawasan ketat. Program yang menggunakan uang negara itu harus dipastikan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima program, bukan menjadi peluang ekonomi bagi segelintir pihak yang memiliki akses politik.
Ia juga menyoroti dugaan adanya elite politik yang memiliki lebih dari lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Jika informasi tersebut benar, menurut Jayadi, pemerintah perlu menjelaskan bagaimana kepemilikan dan pengelolaan unit-unit pelayanan itu dilakukan, termasuk mekanisme penunjukan mitra serta potensi benturan kepentingan. Namun, dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui data kepemilikan dan dokumen resmi.
Di sisi lain, Jayadi menilai kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok semakin membebani rumah tangga. Ketika harga pangan dan kebutuhan sehari-hari meningkat, masyarakat berpenghasilan rendah harus mengalokasikan lebih banyak uang untuk memenuhi kebutuhan dasar. Kondisi ini, menurutnya, perlu menjadi tolok ukur dalam mengevaluasi keberhasilan kebijakan ekonomi pemerintah.
“Rakyat tidak bisa hidup hanya dengan janji program besar. Yang dibutuhkan masyarakat adalah harga kebutuhan pokok yang terjangkau, pekerjaan yang layak, pendapatan yang memadai, dan kepastian ekonomi. Pemerintah harus menjelaskan langkah konkret untuk mengendalikan harga agar beban hidup rakyat tidak terus bertambah,” ujarnya.
Jayadi juga mengkritik kemampuan pemerintah dalam menjaga kepercayaan investor. Ia menilai ketidakpastian kebijakan dan keraguan terhadap arah pengelolaan ekonomi dapat memengaruhi keputusan pelaku usaha untuk menanamkan modal. Meski demikian, klaim bahwa investor beramai-ramai meninggalkan Indonesia perlu diuji melalui data realisasi investasi, arus modal, dan perkembangan penanaman modal asing maupun domestik.
Menurut dia, kepercayaan investor tidak cukup dibangun melalui pernyataan optimistis pemerintah. Kepastian hukum, konsistensi regulasi, pemberantasan korupsi, serta iklim usaha yang sehat juga menentukan keputusan investasi. Apabila indikator ekonomi menunjukkan tekanan, pemerintah perlu menjelaskan penyebabnya secara terbuka sekaligus menyampaikan langkah perbaikan yang dapat diukur.
Jayadi menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pemerintahan bukan semata-mata besarnya anggaran program atau banyaknya proyek yang dijalankan, melainkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Ia mendesak pemerintah membuka informasi mengenai penggunaan anggaran MBG, memperkuat pengawasan terhadap mitra SPPG, mengendalikan harga kebutuhan pokok, serta menjaga kepastian iklim investasi. Menurutnya, uang negara harus dipertanggungjawabkan kepada publik dan kebijakan pemerintah harus menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







