spot_img
spot_img
Selasa, Oktober 6, 2026
BerandaNewsLetjen (Purn) Setyo Sularso: “Resufle” dan Jalan Panjang Menuju Tiga Tahun Lagi

Letjen (Purn) Setyo Sularso: “Resufle” dan Jalan Panjang Menuju Tiga Tahun Lagi

spot_img

Letjen (Purn) Setyo Sularso: “Resufle” dan Jalan Panjang Menuju Tiga Tahun Lagi

INDOVIEWNEWS.COM— Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso menyoroti dinamika politik dan pergantian posisi dalam pemerintahan melalui tulisan reflektif berjudul “Resufle..Dan Resufle” yang disampaikannya pada 2 Oktober 2026.

Dalam tulisannya, Setyo menggunakan berbagai metafora, mulai dari debu, masker, sakit perut, kursi, payung hingga bahan bakar, untuk menggambarkan situasi yang menurutnya sedang berlangsung menjelang momentum politik tiga tahun mendatang.

“Tahun 2029 masih tiga tahun lagi. Arena bermain kelihatan banyak bertebaran debu yang bukan saja karena kemarau atau gunung meletus. Orang butuh masker untuk menjaga agar tetap sehat, meski harganya mahal tetap harus dibeli,” tulis Setyo.

Ia kemudian menggambarkan adanya kegelisahan di tengah masyarakat yang disimbolkan melalui orang-orang di balik masker.

“Dibalik mulut yang tertutup masker itu ada yang menggerutu, ada yang pura pura batuk di tempat umum,” ujarnya.

Menurut Setyo, pergantian orang di sejumlah posisi juga dapat dibaca sebagai upaya mengatasi persoalan yang dianggap mulai mengganggu stabilitas dukungan.

BACA JUGA :  Dorong Suasana Baru di Desa Tambun, Endang S Nasidi Komitmen Tuntaskan Program 100 Hari Tanpa Biaya

“Berita sakit perut sudah bisa diatasi dengan mengganti yang bikin pusing kepala karena dikhawatirkan mengganggu dukungan isi perut anak anak bangsa,” tulisnya.

Ia juga menyinggung persoalan kursi dan regenerasi dengan menggunakan metafora seorang bapak yang mengatur posisi bagi anaknya.

“Para bapak bisa ngatur kursi anaknya….ah, kapan lagi. Meskipun belum cukup umur, kamu harus duduk dikursi itu dan nanti ketika bapak sudah lunglai, kamu sudah mendapatkan yang orang kebanyakan termasuk senior mu hanya bisa nonton,” tulis Setyo.

Setyo selanjutnya menggunakan metafora “payung” untuk menggambarkan kebutuhan terhadap pihak yang mampu menjalankan peran dan membawa perjalanan politik hingga tujuan.

“Maka diperlukan penyedia payung sekaligus operatornya yang siap mengantar sampai ke tujuan. Ada yang dipinggir kuburan, dipuncak bukit, dipinggir hutan atau bahkan deket tempat pembuangan sampah,” katanya.

BACA JUGA :  Pengacara: Pak Omon-omon di Dunia Internasional Dipinggirkan dan Plonga-plongo

Menurut dia, perbedaan sudut pandang dalam membaca situasi politik merupakan bagian dari dinamika yang tidak terhindarkan.

“Itu seni dan setiap orang berbeda sudut pandangnya tergantung disisi mana dia berpihak,” tulis Setyo.

Menjelang apa yang disebutnya sebagai momentum tiga tahun mendatang, Setyo juga menyinggung pentingnya kesiapan serta dukungan politik.

“Waktunya boleh dikata sudah dekat, rute kesana sepertinya sudah diterangi sampai ke ujung desa bahkan disiapin angkutannya,” ujarnya.

Di bagian akhir, Setyo memainkan istilah resuffle dan re-fuel sebagai metafora untuk menggambarkan kebutuhan tambahan energi dan stamina politik.

“Maka….perlu dilakukan Resufle…oh…maksud saya Re Fuel… dengan bahan bakar ber oktan tinggi agar bisa berlari lebih kencang dari yang lainnya,” tulisnya.

Setyo menutup tulisannya dengan kalimat reflektif mengenai penantian terhadap momentum tiga tahun mendatang.

“Setelah itu….tinggal tidur siang yang anteng menjemput mimpi seperti yang saya … semangati untuk tiga tahun lagi,” tulisnya.

Pernyataan dalam tulisan tersebut merupakan pandangan dan refleksi pribadi Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso. Media ini membuka ruang klarifikasi, bantahan, maupun informasi dari perspektif pihak-pihak yang disebut atau terkait, sesuai prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah.

BACA JUGA :  Rizal Fadhillah Soroti Dugaan Pelanggaran HAM Era Jokowi, Desak Kematian Petugas Pemilu Diselidiki

DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

BACA JUGA :  Rizal Fadhillah: Akankah MK Meniup Peluit dalam Perkara Syarat Pendidikan Gibran?
spot_img
Must Read
spot_img
Populer
spot_img