Jakarta Timur, indoviewnews.com/ – Jakarta makin sat-set! Kawasan Kayu Manis, Matraman, kini punya titik kumpul baru yang bakal jadi pusat pergerakan sosial. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi membuka Kantor Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Acara yang mengusung tema “Menguatkan Khidmah Muslimat NU dalam Mewujudkan Perempuan Berdaya, Keluarga Maslahah, dan Masyarakat Sejahtera” ini bukan cuma seremoni biasa. Bagi Gubernur, kantor ini adalah upgrade besar untuk kolaborasi yang lebih impactful antara pemerintah dan warga.
Kantor di Jalan Kayu Manis 1 ini bukan sekadar gedung, tapi bakal jadi creative hub buat melahirkan inovasi sosial. Gubernur Pramono menilai Muslimat NU adalah support system paling solid bagi Pemprov DKI di lapangan.
”Muslimat NU itu mitra strategis kita yang paling gercep. Peran mereka luar biasa dalam menjaga lingkungan tetap sehat, tertata, sekaligus memastikan kualitas hidup warga Jakarta terus naik level,” ujar Gubernur saat peresmian.
Apresiasi dari Korps Alumni KNPI Jakarta Timur
Kehadiran kantor ini juga mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, salah satunya Amos Hutauruk dari Korps Alumni KNPI Jakarta Timur. Ia memberikan apresiasi tinggi atas diresmikannya pusat kegiatan ini.
”Kehadiran kantor PW Muslimat NU DKI Jakarta di Matraman ini adalah langkah strategis. Kami di Korps Alumni KNPI Jakarta Timur sangat mengapresiasi upaya ini. Ini adalah bukti nyata penguatan kelembagaan yang bakal bikin koordinasi program-program sosial di akar rumput jadi makin solid dan terarah. Maju terus untuk kolaborasi yang membangun Jakarta!” ujar Amos penuh semangat.
Gubernur Pramono juga spill beberapa komitmen Pemprov DKI yang selaras dengan misi Muslimat NU:
- Pendidikan Anti-Ribet: Akses pendidikan terjamin lewat KJP untuk pelajar dan KJMU untuk pejuang kuliah.
- Sekolah Swasta Gratis: Perluasan kebijakan sekolah gratis yang sekarang mencakup sekolah-sekolah di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
- Solusi Cerdas: Program pemutihan ijazah tetap lanjut, biar temen-temen yang terkendala biaya nggak perlu overthinking lagi soal ijazah.
Nggak cuma itu, kader Muslimat NU yang aktif di Dasawisma, PKK, hingga tim Jumantik terbukti sukses jadi garda depan. Hasilnya? Tren penurunan RW kumuh di Jakarta yang terus positif tiap tahunnya. Proud!
Gubernur Pramono berkomitmen penuh buat terus mendukung penguatan kelembagaan Muslimat NU. Harapannya, kantor ini jadi ruang kolaborasi yang makin inklusif—tempat ide-ide kreatif dieksekusi jadi aksi nyata demi masa depan Jakarta yang lebih sejahtera.
So, buat anak muda Jakarta, yuk makin aware sama aksi sosial di sekitar kita. Karena perubahan nyata itu emang butuh kolaborasi yang solid!.(jm).






