JAKARTA, indoviewnews.com/ – Ketua Umum Poros Rawamangun Rudy Darmawanto SH angkat bicara terkait kondisi memprihatinkan gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi yang dibiarkan rusak roboh dan ambruk selama dua tahun. Kondisi tersebut disorot banyak pihak.
Rudy menilai, lambannya penanganan kerusakan pada sekolah tersebut menjadi sangat ironis mengingat lokasinya berada di Jakarta yang merupakan pusat pemerintahan. Rudy menilai sangat aneh ironis di ibukota Jakarta ditemukan edung sekolah negeri yang tidak layak huni dan membahayakan nyawa peserta didik dibiarkan terbengkalai selama 2 tahun.
“Kemana Saja Dinas Pendidikan Nasional Provinsi DKI Jakarta? selama ini apa Saja yang dikerjakannya?” ungkap Rudy Darmawanto dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Rabu (22/7/2026).
Menurut Rudy, atas kelalain tersebut maka jajaran Dinas Pendidikan Prov. DKI Jakarta harus bertanggung jawab. Kondisi gedung sekolah yang tidak layak pakai semestinya jangan dibiarkan terbengkalai demikian lama.
Padahal ada anggaran dari APBD setiap tahun untuk pembiayaan bidang pendidikan beserta sarana dan prasarananya, bahkan anggaran diknas selalu diutamakan dan dicukupi untuk suksesnya pendidikan bagi warga Jakarta.
“Temuan gedung sekolah yang tidak layak pakai, dan terindikasi adanya pembiaran selama 2 tahun terbengkalai, tentunya harus dimintai pertanggungjawaban karena ini soal komitmen kebangsaan di bidang Pendidikan. Dan juga komitmen negara, dalam hal ini pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang tertera di Preambule UUD 45,” tegas Rudy.
Ia mengingatkan, merupakan hak setiap anak bangsa untuk mendapatkan kesempatan dan kepastian memperoleh pendidikan yang layak, aman dan tidak membahayakan bagi peserta didik.
Oleh karena itu, pihaknya mempertanyakan komitmen Diknas DKI jakarta dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Rudy pun mendesak Pimpinan beserta jajaran Dinas Pendidikan Nasional Provinsi DKI Jakarta dapat memberikan penjelasan kenapa sampai terjadi hingga dua tahun.
“Padahal setiap tahun kita semua bicara soal terbatasnya daya tampung siswa, jadi aneh dan pasti hal ini ada unsur kesengajaan,” tudingnya.
Bentuk Tim Investigasi
Di kesempatan ini, Rudy menegaskan bahwa sikap pertanggung jawaban dari Dinas Pendidikan Nasional Provinsi DKI Jakarta, tidak sekedar memperbaiki gedung sekolah yang roboh dan terbengkalai, tapi juga harus di usut tuntas adanya kemungkinan tindak pidana korupsi, pasalnya hal ini terkait dengan anggaran yang seharusnya terserap untuk perbaikan gedung sekolah negeri yang roboh tersebut.
“Tidak cukup hanya minta maaf dan kemudian setelah viral Gubernur Pramono Anung langsung gercep untuk memperbaiki gedung sekolah yang roboh tersebut. Tapi harus di usut tuntas,” tegas dia.
“Kami mendesak dibentuknya team investigasi, khususnya dari DPRD DKI Jakarta untuk membongkar adanya dugaan penyalahgunaan anggaran, hingga terbengkalainya gedung sekolah tersebut selama 2 tahun,” tandas Rudy Darmawanto SH. (RED)






