Ekonom InfastBestari Peringatkan Nasib Daerah dan Kelas Menengah
INDOVIEWNEWS.COM— Ekonom InfastBestari Gede Sandra memperingatkan dua persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah dalam upaya mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen, yakni ketimpangan pertumbuhan ekonomi antardaerah dan menyusutnya populasi kelas menengah.
Hal tersebut disampaikan Gede Sandra dalam Simposium “Strategi Percepatan Pertumbuhan 8%: Sinergi Fiskal dan Non-Fiskal” di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Direktur Eksekutif lembaga think tank ekonomi InfastBestari itu mengatakan, pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) perlu segera membentuk Tim Pendorong Ekonomi Daerah (TPED).
“Untuk mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian daerah, sebaiknya pemerintah melalui Bank Indonesia segera membentuk Tim Pendorong Ekonomi Daerah (TPED),” kata Gede Sandra.
Menurut dia, keberadaan TPED penting untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah yang selama ini pertumbuhannya relatif tertinggal, terutama kawasan Indonesia Timur.
Gede Sandra mencontohkan langkah yang pernah dilakukan Bank Indonesia pada 2005 dengan membentuk Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi.
“Anggotanya dari BI, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian dan lainnya. Tim ini dapat difungsikan perannya menjadi Tim Pendorong Ekonomi Daerah (TPED),” ujarnya.
Selain persoalan pertumbuhan ekonomi daerah, simposium tersebut juga menyoroti penyusutan populasi kelas menengah yang dinilai dapat memengaruhi momentum pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Kelompok kelas menengah selama ini menjadi salah satu penggerak utama konsumsi rumah tangga yang memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam forum tersebut, jumlah kelas menengah Indonesia menyusut dari 57,33 juta jiwa pada 2019 menjadi 46,7 juta jiwa pada 2025.
Kelompok masyarakat kelas menengah tersebut disebut menyumbang lebih dari 80 persen terhadap total konsumsi rumah tangga nasional.
Karena itu, Direktur Komunikasi Strategis InfastBestari Bin Bin Firman Tresnadi menekankan perlunya langkah konkret pemerintah untuk menahan penyusutan kelompok kelas menengah sekaligus membalikkan tren tersebut.
“Yang diperlukan adalah langkah konkret pemerintah agar kelas menengah dapat bertumbuh, baik secara kuantitas maupun kualitas,” kata Bin Bin Firman Tresnadi.
DISCLAIMER : Khusus berita OPINI dalam Rubrik/Kanal OPINI adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya, sehingga setiap berita opini di kanal OPINI sepenuhnya menjadi tanggung jawab PENULIS. Oleh karenanya INDOVIEWNEWS.COM terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan OPINI, maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada PENULIS OPINI atau dapat dikirimkan kepada redaksi INDOVIEWNEWS.COM melalui email yang tertera dalam box redaksi kami. nantinya redaksi INDOVIEWNEWS.COM akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.







